Dalam riwayat lain, Aisyah RA juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
“Rasulullah sangat giat beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan dan bersabda: Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Sejumlah ulama juga menyebutkan bahwa malam ke-27 Ramadan sering diyakini sebagai waktu terjadinya Lailatul Qadar. Hal ini merujuk pada riwayat sahabat Nabi, Ubay bin Ka’ab, yang menyatakan keyakinannya berdasarkan tanda-tanda yang disampaikan Rasulullah.
Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:
Melaksanakan salat malam atau tahajud
Membaca Al-Qur’an
Memperbanyak zikir dan istighfar
Memanjatkan doa memohon ampunan
Melakukan iktikaf di masjid
Amalan tersebut dilakukan dengan harapan mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar yang disebut dalam Al-Qur’an lebih baik dari seribu bulan.
Doa yang Dianjurkan Dibaca
Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca jika mendapatkan Lailatul Qadar. Rasulullah kemudian mengajarkan doa berikut:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku.”
(HR Tirmidzi)







