Ia menjelaskan, konsep toko keliling ini berupa armada kendaraan yang membawa berbagai kebutuhan pokok dan dapat bergerak ke lokasi-lokasi yang membutuhkan, terutama saat terjadi lonjakan harga atau keterbatasan pasokan.
“Kami juga memiliki inisiasi yang sudah kami sampaikan dalam rapat perencanaan pembangunan daerah di Bappeda, yaitu menghadirkan ‘Toling’ atau toko keliling. Armada ini nantinya akan membawa bahan-bahan pokok dan bisa bergerak ke mana saja, terutama ketika ada masyarakat yang membutuhkan atau ketika terjadi kenaikan harga yang tinggi,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, armada yang direncanakan akan digunakan merupakan kendaraan besar yang didesain khusus sehingga dapat berfungsi seperti toko berjalan.
BACA JUGA: Vidi Aldiano Meninggal Dunia, ini Perjalanannya Melawan Kanker Ginjal
“Toling ini semacam mobil besar, mungkin roda enam, yang bagian sampingnya bisa dibuka menjadi atap dan di dalamnya menjadi meja untuk menggelar bahan pokok. Jadi bisa langsung melayani masyarakat di mana saja,” jelasnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat segera diwujudkan sebagai salah satu solusi distribusi bahan pokok yang lebih fleksibel di Kalimantan Selatan.
Pihaknya juga mengharapkan dukungan berbagai pihak, termasuk media, untuk membantu menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
“Kami berharap inovasi toko keliling ini dapat segera terwujud dan membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan lebih mudah,” pungkasnya. (wartabanjar.com/yayu)
Editor: Yayu







