“Toling ini semacam mobil besar, mungkin roda enam, yang bagian sampingnya bisa dibuka menjadi atap dan di dalamnya menjadi meja untuk menggelar bahan pokok. Jadi bisa langsung melayani masyarakat di mana saja,” jelasnya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat segera diwujudkan sebagai salah satu solusi distribusi bahan pokok yang lebih fleksibel di Kalimantan Selatan.
Pihaknya juga mengharapkan dukungan berbagai pihak, termasuk media, untuk membantu menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat.
“Kami berharap inovasi toko keliling ini dapat segera terwujud dan membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan lebih mudah,” pungkasnya. (wartabanjar.com/yayu)
Editor: Yayu







