Keesokan harinya, Jumat (6/2), ibu siswi dan NV datang langsung ke lapak Slamet untuk meminta maaf serta membuat video klarifikasi.

“Saya mohon maaf kepada bapak Slamet karena pencemaran nama baik dan terima kasih sudah berniat menolong anak saya,” ujar ibu tersebut dalam video klarifikasi.

Slamet Trauma, Tapi Memilih Tidak Melapor

Akibat viralnya tudingan tersebut, Slamet mengaku sempat tidak berani berjualan selama tiga hari karena mendapat kecaman dan ancaman dari warganet.

Meski demikian, Slamet memilih tidak melaporkan pihak yang menuduhnya ke polisi.

“Saya pikir kami sama-sama orang susah. Saya maafkan. Sejak dulu saya sayang anak-anak seperti orang tua kepada anak,” tuturnya.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad