WARTABANJAR.COM, PALANGKARAYA – Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kalimantan Tengah, Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) dan Garda Antang Patahu menunjukkan sikap tegas dalam memerangi peredaran narkoba. Kedua organisasi adat tersebut turut membersamai aksi Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) dalam penggerebekan terhadap terduga penjual dan pemasok narkotika, Rabu (14/1/2026).

Aksi lapangan tersebut menjadi sorotan publik setelah dibagikan melalui akun Instagram @ingkit_djaper. Unggahan itu langsung menyita perhatian warganet dan menuai gelombang apresiasi luas dari masyarakat Kalimantan Tengah.

Keterlibatan Batamad dan Garda Antang Patahu dinilai sebagai bukti nyata komitmen masyarakat adat Dayak dalam menjaga daerahnya dari ancaman narkotika. Mereka menegaskan bahwa narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda serta tatanan sosial masyarakat.

Gerakan ini disebut sebagai bentuk perlawanan moral dan sosial terhadap maraknya peredaran gelap narkoba di Kalimantan Tengah yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Kehadiran organisasi adat di garis depan pemberantasan narkoba memberikan pesan kuat bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam.

Respons publik pun mengalir deras. Banyak warganet menyampaikan dukungan penuh terhadap aksi tersebut dan berharap langkah serupa terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Perlu mendapat apresiasi dari masyarakat, karena narkoba sungguh sangat merusak generasi,” tulis akun fritsdeddy.

Sementara itu, akun eenmovienza menuliskan, “Ulun sebagai warga Kalteng mensupport aktivitas ini. Semangat Pak, berantas narkoba di Kalimantan Tengah.”

Dukungan serupa juga membanjiri kolom komentar lainnya, menandakan besarnya harapan masyarakat terhadap peran aktif komunitas adat dalam menjaga keamanan dan masa depan daerah.

Aksi Batamad, Garda Antang Patahu, dan GDAN ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa perang terhadap narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Langkah tegas ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Kalimantan Tengah tidak akan memberi ruang bagi perusak generasi, dan masyarakat adat siap berdiri di barisan terdepan demi melindungi anak cucu dari bahaya narkotika.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad