Pemkab Tanah Laut Hentikan Sementara Operasional Posko Banjir

Salah satu pertimbangan utama penarikan personel adalah pulihnya jalur transportasi yang sebelumnya terendam cukup dalam. Aspi menyebutkan bahwa jalan poros utama yang menjadi urat nadi distribusi kini sudah mulai kering.

​”Pertimbangan kita semalam menetapkan status itu kan karena jalan akses banyak yang terendam terutama jalan poros utama ,” jelasnya.

Pengungsi Mulai Pulang dan Bersih-Bersih Rumah

Kabar baik juga datang dari titik-titik pengungsian. Sejumlah warga dari Benua Raya hingga Kurau dilaporkan sudah mulai meninggalkan posko pengungsian untuk kembali ke rumah masing-masing guna melakukan pembersihan sisa lumpur.

​”Terakhir dilaporkan warga sudah banyak yang kembali orang yang kerja dari benua Raya ada beberapa yang dari kurau juga sudah balik ke rumah masing-masing cuman masih ada pengungsi yang di sana tapi sebagian besar sudah bersiap-siap untuk kembali ke rumah,” kata Aspi.

Ia juga mengingatkan warga untuk segera melakukan pembersihan selagi air masih ada sedikit atau tanah masih basah, “Saatnya mereka mungkin bersih-bersih ini dan apabila sudah surut banar mungkin tengalih membersihkan nya karena airnya kering.”

​Layanan Darurat Dialihkan ke Raza Lakas 112
Bagi masyarakat yang masih membutuhkan bantuan darurat atau ingin melaporkan kondisi terkini, BPBD meminta warga memanfaatkan layanan terintegrasi Raza Lakas 112. Layanan ini tetap aktif 24 jam dan bebas pulsa untuk merespons cepat segala kondisi kegawatdaruratan di Tanah Laut.

​”Kita pengaturan pengaturan dan melalui satu-satu dua nih layanan kegawatdaruratan sisanya mungkin melalui kontaknya camat ataupun relawan,” pungkasnya.(Wartabanjar.com/Gazali)

Editor Restu