WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Tanah Laut dilaporkan mulai menunjukkan penurunan debit air yang sangat signifikan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Seiring dengan membaiknya situasi di lapangan, otoritas terkait memutuskan untuk menarik personel dari posko induk dan mengalihkan pengawasan ke satuan masing-masing.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tanah Laut, Aspi, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi bersama Sekretaris Daerah, Dinas Sosial, camat terdampak dan unsur SKPD lainnya.
Baca Juga BREAKING NEWS Tiga Remaja Terkapar di Tanjung Pagar, Satu Diduga Meninggal Dunia
Status penanganan darurat yang berakhir hari ini, 15 Januari, tidak diperpanjang, namun tetap melihat kondisi kalangan dimana akses jalan utama yang sebelumnya lumpuh kini sudah mulai bisa dilalui.
“Semalam dibangun mengikuti dengan status siaga kita kan sampai dengan tanggal 15 hari ini nih. Jadi koordinasi segala macam akan melihat kondisi lalangan yang terlihat sudah mulai surut signifikan di beberapa wilayah jadi sementara waktu status tidak kita perpanjang,” ujar Aspi saat dikonfirmasi Wartabanjar.com melalui layanan WhatsApp.
Meskipun posko induk ditarik, Aspi memastikan bahwa pengawasan tidak berhenti total. Personel TNI, Polri, dan relawan tetap bersiaga melalui kantor dan posko di tingkat kecamatan masing-masing untuk memantau situasi sisa genangan.
”Pos pun pengawasannya kita tarik anggota jadi pengawasan intensnya melalui kantornya baik TNI melalui kantornya polri oleh kantornya kembali ke stasiun masing-masing kita,” tambahnya.
Akses Jalan Poros Mulai Normal







