“Kami tahu salah satu kewajiban anak berbakti adalah membuat ayah dan ibu bangga. Mari berjuang bersama,” lanjut pesan tersebut.

Dari Luka Menjadi Kekuatan

Kisah Nisa kini bukan lagi tentang kesalahan, melainkan tentang keberanian untuk bangkit. Ia menjadi potret nyata bagaimana mimpi bisa runtuh, namun juga bisa dibangun kembali dengan tangan-tangan yang peduli.

Publik pun berharap, langkah Aeronef Academy menjadi awal baru bagi Nisa untuk benar-benar meraih cita-cita yang dulu hanya bisa ia sentuh lewat seragam pinjaman.

Karena pada akhirnya, setiap luka selalu menyimpan peluang untuk lahirnya cerita kemenangan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad