Hari Ibu 2025: Kemen PPPA Gelar Musyawarah Ibu Bangsa, Ini Hasil Manifestonya
‘‘Musyawarah Ibu Bangsa mengusung tema ‘Membangkitkan suara : Pulang ke Semangat 1928’. Forum ini menyoroti berbagai tantangan kontemporer perempuan Indonesia di berbagai bidang. Musyawarah Ibu Bangsa ini adalah ruang aspirasi perempuan lintas organisasi untuk mendorong kebijakan yang responsif gender dengan mengidentifikasi isu prioritas nasional dalam perspektif perempuan pada sektor politik, ekonomi, sosial dan budaya, merumuskan resolusi isu perempuan tahun 2025-2030 dan memperkuat jejaring perempuan,“ pungkas Menteri PPPA.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan, bahwa setelah 80 tahun Indonesia merdeka, perempuan masih mengalami berbagai tantangan. Untuk mencapai tujuan kemakmuran bersama, perempuan perlu terus mengingat kembali nilai-nilai sejarah dan nasionalisme yang mengakar dalam pergerakan perempuan Indonesia.
“Sejarah mengajarkan kepada kita, bahwa persatuan mengantarkan kita mencapai tujuan. Persatuan perempuan adalah kekuatan bangsa. Gerakan perempuan adalah mitra kritis negara, penjaga agar kebijakan tidak kehilangan arah keadilan. Peran Ibu Bangsa menjadi sangat penting. Ibu Bangsa adalah penyeimbang antara kemajuan kemanusiaan, inovasi dan nilai yang memastikan semua transformasi yang terjadi tidak akan meninggalkan keadilan sosial, keselamatan, serta keberlanjutan kehidupan,” kata Lestari.
Sementara itu, dari sisi perempuan di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) serta proyeksi sektor masa depan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyampaikan bahwa kesenjangan partisipasi perempuan, termasuk stereotip gender dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), masih menjadi tantangan. Oleh karena itu, penguatan peran perempuan di sektor-sektor tersebut perlu menjadi perhatian serius untuk memastikan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.