WARTABANJAR.COM, AGAM – Duka mendalam menyelimuti jajaran Kepolisian setelah seekor anjing pelacak K-9 Polda Riau, Reno, dinyatakan gugur saat menjalankan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) pencarian korban bencana di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Reno, yang dikenal sebagai spesialis SAR, menemui akhir tugasnya akibat kelelahan berat setelah berhari-hari menyisir lokasi bencana untuk menemukan korban.

Reno merupakan anjing andalan dalam berbagai operasi kemanusiaan—dari pencarian korban longsor, banjir, hingga kecelakaan. Dalam tugasnya kali ini, medan berat dan intensitas pencarian yang tidak henti membuat kondisinya menurun drastis hingga akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Dimakamkan Secara Kedinasan

Sebagai bentuk penghormatan, tubuh Reno diselimuti bendera Merah Putih sebelum dikuburkan secara kedinasan. Upacara sederhana namun penuh haru dilakukan untuk melepas kepergiannya sebagai “prajurit” pencari korban yang selama ini mengabdikan hidupnya untuk kemanusiaan.

“Reno adalah bagian dari keluarga besar Polda Riau. Pengabdiannya tercatat sebagai sebuah kehormatan bagi institusi Polri,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto.

Kepergian Reno menambah daftar pahlawan non-manusia yang perannya kerap tidak terlihat, tetapi dedikasinya nyata di lapangan. Jajarannya memastikan pengabdian Reno tidak akan dilupakan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad