1 Safar 1447 H Jatuh pada Hari ini, Sabtu 26 Juli

Ia juga menjelaskan, pemantauan hilal kini dilengkapi teknologi optik modern seperti teleskop digital beresolusi tinggi, kamera CCD, hingga perangkat lunak pendukung analisis citra bulan. “Teknologi tidak menggantikan mata manusia, tetapi memperkuat visibilitas. Ini cara kita menggabungkan tradisi rukyat dengan inovasi,” katanya.

Arsad menilai hasil rukyat kali ini menjadi modal penting untuk penyusunan kalender hijriah global yang tengah dibahas di berbagai forum internasional. “Data kita berkontribusi pada wacana kalender hijriah internasional. Indonesia punya pengalaman panjang dan hasil rukyat yang valid, sehingga bisa menjadi rujukan,” tambahnya.

Lebih jauh, Arsad menyebut bahwa MABIMS telah merumuskan kriteria baru imkan rukyat (kemungkinan terlihatnya hilal) yang lebih sesuai dengan perkembangan astronomi. “Kriteria baru MABIMS adalah hasil ijtihad kolektif berbasis data ilmiah. Ini akan kita uji konsistensinya di setiap rukyat bersama,” jelasnya.(Kemenag)

Editor Restu