EMOSI LEVEL 5! Driver Grab Masuk Rumah Konsumen Tanpa Izin, Lalu 'Bergumul' dengan Pemilik Rumah
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAMBI – Jagat maya dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan keributan antara seorang driver Grab wanita dan konsumen di Kota Jambi. Insiden ini memicu kontroversi usai diduga terjadi aksi masuk rumah tanpa izin dan cekcok soal pembayaran QRIS yang gagal.
Namun, situasi makin panas ketika pihak keluarga konsumen akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi versi mereka, yang justru berbanding terbalik dengan narasi viral di media sosial.
Dalam penjelasan yang diterima redaksi, peristiwa itu terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025. Konsumen memesan makanan via aplikasi Grab dengan metode pembayaran QRIS.
Sayangnya, transaksi disebut gagal. Ketika ditawari untuk membayar tunai, si driver menolak mentah-mentah dan langsung membawa kabur makanan.
BACA JUGA:Kecelakaan di Depan Kampus Uvaya Banjarbaru, Satu Orang Luka-Luka, Netizen Soroti Plat Kendaraan
“Katanya, ‘Kau kan QRIS, ngapain pula bayar cash?’” ungkap perwakilan keluarga.
Tak berhenti di situ, sekitar 15–20 menit kemudian, si driver disebut kembali dalam kondisi emosi level 5. Ia diduga langsung masuk ke dalam rumah tanpa izin dan terjadi dugaan kekerasan terhadap anggota keluarga, yang baru saja selesai mandi.
“Kami shock! Tapi kami tetap bayar makanannya kok,” tambah mereka.
Pihak keluarga menegaskan mereka berniat melaporkan kejadian ini secara hukum. Mereka juga mendukung keputusan Grab untuk menangguhkan akun mitra yang dinilai melanggar aturan dan etika.
Publik pun terbelah. Netizen ramai-ramai menanggapi unggahan video tersebut dengan komentar pedas hingga nyinyir:
“Tydack ramah… bintang satu 😂”
“Ngape pulak kau sensor, min?! 😣”
“Aduhhh knp di-blur? Masuk kategori JAV kah?”
“Itu sajam?”
“Pembayaran QRIS gagal bisa cash juga, asal dibayar!”
Netizen berharap kejadian seperti ini tak terulang lagi. Banyak yang menyerukan pentingnya menjaga emosi, menghormati privasi, dan mengutamakan komunikasi yang sehat antara driver dan pelanggan.(Wartabanjar.com/obrolansumut/berbagai sumber)
editor: nur muhammad