VIRAL! Aspal Baru di Jalan Ini Bisa Dikupas Pakai Tangan, Warganet: Ini Jalan atau Masker Komedo?
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM – Sebuah video kembali menghebohkan jagat maya. Dalam unggahan viral di media sosial, terlihat seorang warga dengan mudah mengelupas lapisan aspal baru hanya menggunakan tangan kosong. Lapisan tersebut terangkat seperti masker peel off, menyingkap permukaan jalan di bawahnya yang tampak belum diproses dengan baik.
Cuplikan ini sontak menyulut kritik tajam dari warganet yang mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek infrastruktur jalan tersebut.
“Astagaaa 😮”
“Mending nggak usah diaspal, malah bikin repot warga, nempel ke mana-mana,” tulis warganet.
“Ini bukan jalan, ini masker komedo!” sindir yang lain.
“Aspalnya peel off, bisa buat facial jalan!”
“Dodol itu... bukan aspal.”
BACA JUGA:WADUH! Lowboy Angkut Dump Truk Terbalik di Tabalong, Hantam Rumah Warga!
Beberapa komentar bahkan menyebut insiden ini sebagai bukti pengawasan proyek infrastruktur yang lemah, dan mendesak adanya klarifikasi serta perbaikan segera dari pihak kontraktor maupun instansi berwenang.
Kualitas Proyek Dipertanyakan, Lokasi Belum Diketahui
Hingga berita ini diturunkan, lokasi pasti video viral tersebut belum terkonfirmasi. Beberapa netizen berspekulasi tentang titik kejadiannya, namun belum ada klarifikasi resmi dari pemilik unggahan maupun pemerintah daerah.
Low quality asphalt seperti ini berpotensi membahayakan pengguna jalan dan mempercepat kerusakan infrastruktur. Publik pun menuntut agar kontraktor yang terlibat diberi sanksi tegas bila terbukti lalai.
Apa yang Terjadi?
Video ini banyak beredar di Instagram dan TikTok, memperlihatkan aspal baru yang sangat mudah terkelupas, tanpa perlu alat tajam
Beberapa lokasi disebutkan sebagai titik kejadian—walaupun detailnya sedikit berbeda, video-video tersebut memperlihatkan kesan proyek pengaspalan yang kurang berkualitas
Penyebab Diduga:
Kualitas aspal atau pengerjaan buruk – mungkin campuran tidak memenuhi standar atau ketebalan kurang memadai.
Pengerasan aspal belum sempurna – baru saja diaspal, tetapi belum ada waktu untuk proses pemadatan optimal.
Kesalahan teknis di lapangan – seperti suhu pengaspalan yang terlalu rendah, atau penggunaan bahan pararel seperti pasir basah.
Tindakan Yang Harus Dilakukan:
Bahaya keselamatan: Aspal terkelupas bisa menyebabkan lubang dan bahaya bagi kendaraan.
Perlu investigasi: Dinas terkait wajib mengecek material dan teknis pengerjaan proyek.
Perbaikan wajib: Jika terbukti tak standar, pengaspalan harus diulang atau diperkuat.
Apa Langkah Selanjutnya?
Warga bisa melapor ke Dinas PU setempat atau Ombudsman jika merasa proyek tidak sesuai standar.
Media/pemerintah daerah dapat meminta klarifikasi dari penyedia jasa pengaspalan.
Pantau perkembangan apakah ada langkah nyata seperti uji kualitas atau pengaspalan ulang.(Wartabanjar.com/tanahbumbuinfo/facebook/instagram/berbagai sumber)
editor: nur muhammad