WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Ungkapan legendaris Bung Karno, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” tampaknya bukan sekadar slogan kosong bagi warga RT 7 RW 8, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Buktinya? Lingkungan ini dipimpin langsung oleh anak muda Gen Z berusia belasan hingga awal 20-an tahun, yang dipercaya memegang kendali pemerintahan tingkat RT. Sahdan Arya Maulana (19 tahun) dipercaya menjadi Ketua RT Vemmas Wahyu Rianto (20 tahun) sebagai sekretaris Riski Saputra (21 tahun) mengemban tugas sebagai bendahara Mereka bertiga membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk mengemban tanggung jawab besar dan membawa perubahan positif di tengah masyarakat. BACA JUGA:VIDEO – GARA-GARA ABSENSI! Guru Mengamuk dan Rusak Fasilitas Sekolah di SDN 3 Kaidipang Dari RT Menuju Gubernur Dalam perbincangan hangat di kediamannya, Sahdan mengungkapkan motivasinya maju sebagai Ketua RT. Bukan hanya karena ingin berkontribusi di lingkungan tempat lahir dan besarnya, tapi juga karena memiliki cita-cita besar menjadi Gubernur DKI Jakarta suatu hari nanti. "Saya ingin mulai dari bawah, mengenal langsung persoalan warga. Kalau mau jadi pemimpin besar, ya harus belajar dari lingkungan kecil dulu," ujar Sahdan. Keputusan warga RT 7 memilih pemimpin dari kalangan muda menuai pujian dari berbagai pihak, baik dari tetangga hingga netizen. Banyak yang mengapresiasi keberanian lingkungan tersebut memberi ruang pada generasi muda untuk tampil sebagai agen perubahan. "Ketua RT-nya keren, tapi warga-nya lebih keren lagi karena percaya anak muda bisa bawa perubahan besar!" tulis seorang netizen. "Biasanya orang tua gengsi kasih jabatan ke anak muda, tapi ini luar biasa banget, hormat buat warga Koja!" tambah komentar lainnya. Netizen: Dari Kagum hingga Satir Gen Z Titipan "Bekingan" Berita ini viral di media sosial dan banjir reaksi warganet. Tak sedikit yang menyentil soal anak muda yang naik jabatan karena “bantuan orang dalam” – membandingkan dengan Sahdan yang naik murni karena kepercayaan warga dan kapabilitas pribadi. “Jangan bedain sama yang naik jabatan karena BEKINGAN bapaknya, ini murni hasil kerja,” komentar pedas netizen. “Gua besok nyalonin diri jadi kades, siapa tau ketularan hoki Sahdan,” canda lainnya. Bukan Cuma Gaya, Anak Muda Ini Sat-Set dan Kerja Nyata Sahdan dan timnya memang masih muda, tapi kinerjanya terbukti tidak kalah dari pengurus RT senior. Mereka aktif mengelola program kebersihan, pengaduan warga, serta digitalisasi laporan RT secara berkala. Semuanya dilakukan dengan pendekatan kekinian namun tetap profesional. “Pemimpin yang dibutuhkan memang anak muda yang sat-set, cepat gerak, bukan cuma pencitraan,” komentar warga lokal. Menariknya, banyak netizen penasaran bagaimana cara warga memanggil Sahdan dalam kehidupan sehari-hari. Apakah “Pak RT” atau “Mas RT”? Meskipun terlihat santai, warga tetap memberikan penghormatan layaknya pemimpin komunitas. “Ya tetap kami panggil Pak RT. Umurnya boleh muda, tapi tanggung jawabnya besar,” ujar salah satu warga. Langkah Sahdan dan timnya menjadi simbol bahwa anak muda tidak boleh hanya duduk di pinggir lapangan politik dan sosial. Mereka bisa menjadi penggerak, pemimpin, bahkan panutan—selama diberi ruang dan kepercayaan. “Mimpi jadi Gubernur bukan hal mustahil, apalagi kalau sudah mulai dari bawah. Semangat terus Sahdan!” tulis salah satu pengguna X (Twitter).(Wartabanjar.com/mood.jakarta/berbagai sumber) editor: nur muhammad