WARTABANJAR.COM, MERANGIN - Teror harimau kembali membuat resah warga Jambi! Seorang petani di Kabupaten Merangin, Ramli (54), nyaris kehilangan nyawa setelah diserang dua ekor harimau liar saat tengah bekerja di kebun kayu manis miliknya, Rabu (25/6/2025). Peristiwa berdarah itu terjadi di kawasan Desa Bungo Tanjung, Kecamatan Pangkalan Jambu. Menurut informasi yang dihimpun, dua harimau tiba-tiba muncul dari semak belukar dan menyerang Ramli secara brutal. Ia menderita luka parah di wajah, tangan, hingga kedua kakinya. Beruntung, teriakan minta tolong Ramli didengar warga sekitar yang segera memberikan pertolongan pertama dan membawanya ke RS Kolonel Abunjani Bangko. Namun karena kondisinya kritis, Ramli dirujuk ke RSUD Raden Mattaher, Kota Jambi. Ia tiba di rumah sakit pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIB untuk penanganan lebih lanjut. BACA JUGA:Polres HST Bongkar Peredaran Ribuan Obat Terlarang! Tersangka Simpan Alprazolam hingga Valdimex BKSDA Turun Tangan, Warga Diminta Waspada Menanggapi kejadian ini, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) langsung bergerak ke lokasi untuk melacak keberadaan dua harimau tersebut. Hingga berita ini diturunkan, kedua satwa buas itu belum berhasil ditemukan. BKSDA mengimbau seluruh warga, khususnya yang beraktivitas di kebun sekitar Kecamatan Pangkalan Jambu dan Desa Bungo Tanjung, agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kebun yang berada dekat kawasan hutan. Netizen Gempar: “Selamat dari Maut, Bro Luar Biasa!” Insiden serangan harimau ini sontak membuat geger media sosial. Netizen membanjiri kolom komentar dengan beragam reaksi—dari yang prihatin hingga merinding ketakutan. “Bro telah selamat dari maut 👏” “Merinding... ngeri nian ini!” “Raja hutan sesungguhnya 😱” “Biasa kalau harimau nyerang dari belakang 😢” Fenomena Serangan Harimau, Alam Kirim Sinyal? Serangan harimau bukan kali pertama terjadi di wilayah Jambi. Para pemerhati lingkungan menduga perusakan habitat dan pembukaan lahan liar menjadi pemicu utama satwa liar seperti harimau mulai turun ke pemukiman warga.(Wartabanjar.com/jambihits_id/berbagai sumber) editor: nur muhammad