Polres Bogor Gerebek Pesta Gay di Puncakik! Ternyata 30 Peserta Reaktif HIV & Sifilis, 4 Panitia Diperiksa
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BOGOR – Skandal pesta seks sesama jenis kembali mencuat dan mengejutkan publik. Sebuah "family gathering" di kawasan Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat, ternyata hanyalah kedok dari pesta gay yang digelar tertutup. Polisi menggerebek lokasi tersebut dan mengamankan 75 peserta, termasuk 4 orang yang diduga sebagai panitia utama acara tak bermoral itu.
Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, mengungkapkan bahwa empat panitia tersebut kembali dipanggil untuk memberikan keterangan tambahan.
"Per hari ini, kami memanggil kembali empat orang panitia guna pendalaman kasus," ujarnya, Selasa (24/6/2025).
Meski semua peserta telah dipulangkan, penyelidikan tetap berlanjut. Ke-75 orang tersebut menyatakan siap kembali hadir jika diperlukan keterangannya dalam proses hukum.
Sudah Terbit Laporan Polisi, Pasal Pornografi Menjerat
Teguh menambahkan bahwa kasus ini telah ditangani serius dengan diterbitkannya laporan polisi. Para pelaku diduga melanggar sejumlah pasal dalam UU Pornografi dan KUHP terkait tindak pidana perbuatan cabul serta pendanaan kegiatan pornografi.
BACA JUGA:Akun Instagram Presiden Prabowo Diserbu Warga Brazil, Basarnas Tegaskan Sudah Selamatkan WNA di Gunung Rinjani
"Kami menerapkan Pasal 33 juncto Pasal 7 dan/atau Pasal 36 juncto Pasal 10 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, juga Pasal 296 KUHP," tegas Teguh.
Fakta Mengerikan: 30 Orang Reaktif HIV dan Sifilis!
Kasus ini makin bikin geger setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor membeberkan hasil pemeriksaan medis terhadap para peserta. Dari 75 orang yang diperiksa, 30 di antaranya dinyatakan reaktif HIV dan sifilis.
"Sebagian reaktif HIV, sebagian reaktif sifilis, dan sisanya nonreaktif. Total ada 30 orang reaktif," ungkap Kadinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiyawaty.
Fusia menyebut sebagian besar peserta berasal dari luar wilayah Kabupaten Bogor. Penanganan lanjutan akan dilakukan oleh puskesmas di daerah tempat tinggal masing-masing peserta.
"Mayoritas peserta berasal dari kota atau kabupaten sekitar Bogor. Hanya sebagian kecil yang tinggal di Kabupaten Bogor," katanya.
Netizen Geram, Warganet Minta Tindak Tegas
Aksi ini sontak menuai kemarahan publik. Di media sosial, netizen menuntut tindakan hukum yang lebih tegas terhadap pelaku penyelenggara pesta amoral ini. Mereka juga menyoroti dampak kesehatan masyarakat serta pentingnya pengawasan ketat terhadap kegiatan serupa yang marak dilakukan secara tertutup.
Penegakan Hukum Ditunggu!
Skandal ini tak hanya soal moral, tetapi juga menyangkut keselamatan publik dari penyebaran penyakit menular seksual. Publik kini menanti langkah tegas dari aparat hukum untuk memastikan kasus ini diusut tuntas dan tidak berhenti hanya pada pemeriksaan formalitas.(Wartabanjar.com/detik/x.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad