WARTABANJAR.COM, PALEMBANG – Derita seorang perempuan di Palembang ini sungguh memilukan. Setelah disiram air keras oleh suaminya yang kini masih buron, ia harus menanggung luka cacat seumur hidup dan utang biaya pengobatan lebih dari Rp400 juta karena tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Nasib tragis ini menjadi viral setelah diunggah oleh akun Instagram @ahmadsahroni88 yang turut menandai akun Gubernur Sumsel @hermanderu67 serta pihak kepolisian @polisi_sumsel dengan seruan: “TOLONG perhatiannya dan pak Polisi tolong diatensi 🙏🏼🙏🏼” Perempuan tersebut kini harus menyicil biaya pengobatan yang mencapai ratusan juta rupiah ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. BACA JUGA:DETIK-DETIK! Pesawat Air India Jatuh dengan 242 Penumpang, Netizen: Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un Reaksi Warganet: Tangis, Amarah, dan Seruan Keadilan Unggahan tersebut menuai ribuan respons dari netizen yang geram sekaligus berempati terhadap ketidakadilan yang dialami korban: “Innalillahi... 400 juta? Dana cadangan pemda bisa nutup itu.” “HAM mana ham 😂” “Ironi terulang kembali. Kalau bukan rakyat tiri, nggak akan begini jadinya.” “Tolong pak Gubernur bantu, ini tanggung jawab negara.” “Astagfirullah... semoga ada dermawan yang bantu.” Banyak pula yang mendesak agar instansi seperti Dinas Kesehatan, Komnas Perempuan, dan Komnas HAM segera turun tangan. Tanggapan Resmi: Beban Biaya Sedang Diproses Di tengah gelombang simpati publik, salah satu akun menuliskan bahwa persoalan ini sudah ditindaklanjuti, dan beban biaya pengobatan sedang dalam proses penghapusan. Masyarakat diminta melapor ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel apabila masih ada pihak rumah sakit yang menagih biaya tersebut. Catatan Keadilan Kasus ini kembali menyoroti lemahnya sistem perlindungan korban kekerasan di Indonesia, khususnya bagi perempuan. Ketika luka fisik dan trauma psikologis belum sembuh, korban masih harus memikul beban finansial yang seharusnya ditanggung negara.(Wartabanjar.com/ahmadsahroni88/berbagai sumber) editor: nur muhammad