WARTABANJAR.COM, PALOPO – Aksi unjuk rasa yang digelar di depan Mapolres Palopo, Sulawesi Selatan, pada Rabu (21/5/2025), nyaris berujung ricuh. Seorang orator dari organisasi masyarakat Laskar Merah Putih didorong oleh oknum polisi hingga terjatuh dan terbentur lampu pagar. Peristiwa itu terjadi di Jalan Opu To Sappaile, Kelurahan Boting, Kecamatan Wara, sekitar pukul 14.30 Wita. Massa aksi awalnya menyuarakan tuntutan secara damai dengan orasi dan membawa spanduk, menyoroti dugaan penyimpangan anggaran di PDAM Palopo. Ketegangan memuncak ketika beberapa demonstran mencoba memanjat pagar Polres untuk menyampaikan aspirasi lebih dekat. Salah satu orator tiba-tiba didorong oleh aparat yang berjaga, menyebabkan ia terjungkal dan terbentur keras. BACA JUGA:Banjir Besar Landa Kotabaru: Excavator Terbalik di Sungai Jupi, Warga Panik dan Berdoa Video kejadian ini viral di media sosial dan memicu gelombang reaksi dari warganet. Berikut beberapa komentar yang beredar: "Upaya pembunuhan namanya 🙄" "Demo itu bisa damai, lho. Jadi sekarang kita tahu siapa yang mulai duluan..." "Kabur dia, yang dorong malah nyalinya ciut 😂😂" "Itu polisi atau Kim Jong Un...??" "Makin kacau institusi yang satu ini, duh 😢" "Tugasnya melindungi rakyat, bukan membahayakan mereka!" "@listyosigitprabowo ini hasil didikan Anda?" "Kalau di Jabar udah saya laporin ke bapa aing @dedimulyadi71" Insiden ini menimbulkan pertanyaan publik terkait profesionalisme aparat dalam menangani aksi demonstrasi damai. Tagar dan mention kepada akun resmi kepolisian pun bermunculan, mendesak klarifikasi dari Polres Palopo dan Divisi Humas Polri. Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden dorongan tersebut.(Wartabanjar.com/medsos_rame/berbagai sumber) editor: nur muhammad