WARTABANJAR.COM, MATARAM - Masih ingat kasus I Wayan Agus Suwartama, pemuda disabilitas dengan kondisi tangan buntung yang jadi tersangka kasus pencabulan sejumlah wanita di Mataram, Nusa Tenggara Barat? Kabar terbaru dari pemuda yang disapa Agus Buntung itu, melangsungkan pernikahan dengan pujaan hatinya. Namun, karena saat ini Agus sedang berada dalam tahanan, maka pernikahan yang dilaksanakan dengan adat Bali itu pun diwakilkan dengan sebuah keris. Ya, sosok Agus digantikan keris untuk dinikahkan dengan mempelai perempuan. Prosesi unik ini terekam dalam video berdurasi 15 detik yang viral di media sosial. Baca juga:Ibu Kandung Tak Tahu Air Disimpannya di Kulkas Air Aki, Kades di Sulsel Dilarikan ke Rumah Sakit Dalam video tersebut, tampak mempelai wanita tampil anggun mengenakan kebaya putih dan kain tradisional Bali. Namun, yang mencuri perhatian warganet adalah posisi mempelai pria yang kosong, digantikan oleh sebilah keris yang dibawa oleh seorang wanita. Keris tersebut menjadi simbol kehadiran Agus dalam pernikahan adat itu. Kuasa hukum Agus Buntung, Ainuddin, menjelaskan Agus sebenarnya sudah merencanakan menikah jauh sebelum tersandung kasus hukum. “Menurut orang tuanya, rencana pernikahan sudah ada sejak lama. Namun, karena musibah ini, akhirnya tidak jadi dilaksanakan secara langsung,” ujar Ainuddin, Selasa (15/4/2025), dilansir Beritasatu.com. Meski tidak dihadiri secara fisik oleh Agus, prosesi tetap berjalan sesuai hukum adat Hindu Bali, yang memungkinkan pengantin pria diwakili oleh simbol seperti keris dalam kondisi tertentu. “Meski Agus tidak hadir langsung, pernikahan tetap sah secara adat,” tambah Ainuddin. Dalam video tersebut juga tampak ibu kandung Agus hadir mendampingi mempelai wanita. Fakta ini pun dibenarkan oleh Ketua Komisi Disabilitas Daerah NTB, Joko Jumadi, yang menyebut informasi pernikahan itu terungkap dalam persidangan terbaru. “Dalam persidangan, ibunya menyatakan bahwa pernikahan secara adat telah dilangsungkan dan diwakili dengan keris. Secara adat itu dimungkinkan,” terang Joko. Ia memperkirakan pernikahan berlangsung setelah Hari Raya Nyepi, meski tanggal pastinya belum dapat dipastikan. Sementara itu, proses hukum terhadap Agus Buntung masih terus berjalan. Sidang berikutnya dijadwalkan berlangsung pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi ahli pidana dan psikolog dari pihak terdakwa. Apabila sesuai jadwal, putusan akhir kasus Agus Buntung yang baru menikah kemungkinan akan keluar pada akhir Mei 2025. (Berbagai sumber) Editor: Erna Djedi