WARTABANJAR.COM – Media sosial dihebohkan dengan video insiden tragis yang memperlihatkan tiga remaja yang sedang membaca Al-Qur'an (tadarusan) di dalam masjid menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda. Kejadian ini terjadi di Kampung Bener Kelipah Selatan, Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Dalam video yang diunggah akun @mood.jakarta, terlihat para pelaku secara tiba-tiba masuk ke dalam masjid dan langsung menyerang tiga anak yang sedang bertadarus di bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Kronologi Kejadian Video yang juga diunggah oleh akun @andre_lelanang menunjukkan aksi pengeroyokan yang terjadi di dalam masjid. Awalnya, para pelaku terlihat berjalan dengan emosi menuju korban, lalu berbicara beberapa kata sebelum melancarkan pukulan. Seorang remaja yang sedang duduk bersarung di sisi kiri masjid mendapat pukulan bertubi-tubi, bahkan kepalanya dipukul saat tubuhnya diduduki. Dua remaja lainnya yang berada di sisi kanan masjid juga mengalami serangan brutal. Insiden ini menimbulkan kemarahan masyarakat karena terjadi di dalam tempat ibadah saat bulan Ramadan. Netizen yang melihat video tersebut pun mengecam aksi pengeroyokan ini dan mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diadili. Netizen Geram Sejumlah komentar netizen yang mengecam aksi kekerasan ini di antaranya: "Kurang ajar banget. Harus diusut tuntas ini!" – @hasbi_asshidiqy "Ini pelakunya wajib ditangkap." – @mainannya_angga "Astaghfirullahaladzim, ini di dalam masjid loh!" – @zun_zun_arya "Apapun penyebabnya, usut pelaku pengeroyokan." – @infodaengbecak Motif Belum Diketahui Hingga kini, motif di balik pengeroyokan tersebut masih belum jelas. Informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian terjadi pada Minggu (2/3/2025) pukul 01.00 WIB. Para pelaku disebut berasal dari Kampung Gunung Musara, sementara korban merupakan warga Kampung Bener Kelipah Selatan. Ayah Korban Meninggal Dunia Dalam proses mediasi antara keluarga korban, pelaku, dan pihak kepolisian, insiden mengejutkan kembali terjadi. Alamsyah, ayah salah satu korban, mengalami syok berat hingga meninggal dunia. Alamsyah sempat mengalami sesak napas dan pingsan di lokasi mediasi. Diduga, ia tidak bisa menahan emosi setelah mengetahui anaknya menjadi korban pengeroyokan. Keluarga segera membawa Alamsyah ke fasilitas medis, namun nyawanya tidak tertolong. Saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif dan memastikan keadilan bagi para korban. Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad