Daftar Merek Kurma Israel yang Diboikot dan Harus Dihindari Saat Ramadhan

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Bulan puasa sedang berlangsung, ada sejumlah merek kurma yang diboikot karena disebut terafiliasi dengan genosida Israel.

Kurma produk Israel ini diboikot di Indonesia sejak Ramadhan tahun lalu, ketika isu tentang genosida di Palestina mulai gencar di dunia, memicu pemboikotan banyak produk Israel, termasuk kurma.
Hal itu dikarenakan banyak kurma tersebut dihasilkan dari lahan di Palestina, namun karena dikelola oleh perusahaan Israel dan diekspor juga oleh mereka serta adanya kekhawatiran tinggi hasil penjualannya digunakan untuk membiayai genosida, maka banyak pihak kemudian menyerukan pemboikotan ini.
Terlebih lagi, Israel menjadi salah satu negara pengekspor terbesar kurma di dunia.
Simak dan perhatikan juga apa saja kurma Israel yang diboikot di Indonesia, daftarnya ada di akhir artikel ini.

Mengutip laman Islamic Human Rights Commission, 75 persen kurma Medjool diproduksi di Israel, dengan 60 persen di antaranya berasal dari perkebunan di pemukiman ilegal.

Saat Ramadhan, kurma menjadi makanan berbuka puasa favorit umat Islam.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri kurma Israel agar tidak ikut mendukung ekonomi negara tersebut.

Simak juga ciri-ciri kurma Israel agar tak salah beli.

Ciri-ciri Kurma Israel

Menurut laman Boycott, Divestment, Sanction (BDS) dan Islamic Human Rights Commission, berikut ciri-ciri utama kurma Israel tersebut:

1. Barcode 729

Kurma Israel memiliki kode batang (barcode) 729 pada kemasannya yang merupakan nomor seri untuk produk asal Israel.

2. Nama Perusahaan Ekspor Asal Israel

Pembeli bisa mengenalinya lewat nama perusahaan pengekspor kurma Israel seperti Medjool Plus, Carmel Agrexco, Mehadrin, dan Hadiklaim.

3. Kurma Medjool Bukan dari Israel Namun Diekspor oleh Israel

Periksa label kemasan untuk memastikan asal kurma Medjool yang dibeli, sebab tak semua kurma tersebut dari Israel namun diekspor oleh perusahaan milik Israel.