Polres HSU Rilis Maps Rute Amuntai – Kelua, Pengendara Harus Cermat Agar Tidak Tersesat

Kerusakan jalan ini awalnya dipicu oleh longsor yang membuat turap penahan sungai bergeser dari posisinya. Kondisi semakin buruk dengan masuknya air ke badan jalan, yang kini membuat ketinggian genangan di beberapa titik mencapai atas mata kaki orang dewasa, bahkan setinggi lutut di tepi sungai.

“Air mulai naik ke jalan sejak pukul 02.00 dini hari,” ungkap Ahmad Ridani, warga setempat yang membantu mengatur lalu lintas.

Pengguna Jalan Alami Kesulitan

Pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, mengalami kesulitan melintas. Sepeda motor hanya bisa melewati satu jalur dengan hati-hati, sementara mobil diarahkan ke bagian tengah jalan yang lebih stabil.

“Beberapa pengendara sepeda motor bahkan meminta bantuan untuk menyeberang karena takut. Mereka lebih memilih berjalan kaki dan menunggu di seberang,” tambah Ridani.

BACA JUGA:Jalan Nasional Sungai Taruk HSU Ditutup Total! Genangan Air Setinggi Lutut Mengancam Pengguna Jalan

Koordinasi dengan PUPR dan BPJN Kalsel

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) HSU, yang segera berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) wilayah Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas PUPR HSU, Amos Silitonga, menjelaskan bahwa jalan kabupaten di Sungai Durait-Bayur yang semula diusulkan sebagai alternatif sedang dalam pemeliharaan sehingga tidak dapat digunakan. Sebagai solusi, Pemkab HSU mengusulkan penggunaan jalan provinsi melalui Kecamatan Lampihong-Guntung.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)