Polres HSU Rilis Maps Rute Amuntai – Kelua, Pengendara Harus Cermat Agar Tidak Tersesat

WARTABANJAR.COM, AMUNTAI – Jalan Nasional yang menghubungkan Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kelua, Kabupaten Tabalong di Km 1,94, Desa Sungai Taruk, Hulu Sungai Utara (HSU), resmi ditutup, Rabu (25/12/2024).

Keputusan ini diambil menyusul meluapnya Sungai Tabalong yang menyebabkan longsor hingga badan jalan amblas dan terendam air.

Untuk membantu pengendara mencari jalur lain Amuntai menuju Kelua, Satlantas Polres HSU merilis maps lihat di Instagram @satlantaspolreshsu

BACA JUGA:VIDEO – Jalan Nasional Sungai Turak HSU Ditutup Total! Genangan Air Mengancam Pengguna Jalan

Berikut Jalan Alternatif dari Amuntai, HSU ke Kelua, Tabalong:

  1.  Dari Kabupaten Hulu Sungai Utara menuju Kabupaten Tabalong melewati jalur alternatif yaitu jalan Desa Telaga Bamban – Desa Tabalong Mati – Desa Panawakan – Desa Batang Banyu, Desa Sungai Durian dan tembus ke Desa Sungai Turak dalam dengan jarak tempuh sekitar 11,5 KM, atau dalam waktu sekitar 24 Menit, dengan lebar jalan sekitar 4 meter dan hanya bisa dilewati roda 2 dan rota 4 saja, selebihnya tidak bisa.
  2. Dari Kabupaten Tabalong menuju Amuntai rote 1 bisa melewati jalan desa Tayur belok kiri menuju jalan Desa Guntung dan Terus Melewati Daerah Lampihong Kab. Balangan dan Tembus di Kecamatan Banjang Kab. Hulu Sungai Utara. dengan jarak tempuh sekitar 20 KM atau waktu sekitar 35 menit, dengan lebar jalan sekitar 6 meter dan hanya dapat dilalui oleh roda 2, roda 4 dan maksimal roda 6.
  3. Dari Kabupaten Tabalong menuju Amuntai rote 2 (ataupun sebaliknya) bisa melewati jalan desa Kuangan belok kiri menuju desa Panangian – desa baruh tabing dan tembus kedesa kalintamui Kec. Banjang. dengan jarak tempuh sekitar 3,4 km atau dalam waktu 7 menit dengan lebar jalan sekitar 5 meter dan dapat dilalui oleh roda 2, roda 4 dan maksimal roda 6.

Longsor Parah, Genangan Air Mengancam

Kerusakan jalan ini awalnya dipicu oleh longsor yang membuat turap penahan sungai bergeser dari posisinya. Kondisi semakin buruk dengan masuknya air ke badan jalan, yang kini membuat ketinggian genangan di beberapa titik mencapai atas mata kaki orang dewasa, bahkan setinggi lutut di tepi sungai.

“Air mulai naik ke jalan sejak pukul 02.00 dini hari,” ungkap Ahmad Ridani, warga setempat yang membantu mengatur lalu lintas.

Pengguna Jalan Alami Kesulitan