Buruh Pencari Ikan Temukan Bayi Perempuan dalam Tas Belanja di Jembatan Angsau Pelaihari Tanah Laut
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Penemuan seorang bayi perempuan yang terbungkus kantong plastik di kolong Jembatan Besi, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, menggegerkan warga setempat pada Sabtu (11/07/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WITA.
Bayi yang diduga baru saja dilahirkan tersebut, sengaja dibuang oleh orang tuanya dalam kondisi mengenaskan, dengan tubuh yang masih berlumuran darah, sisa proses persalinan.
Kronologi penemuan bermula ketika salah seorang warga sedang melintas di bawah jembatan menggunakan perahu kecil atau jukung.
Saat berada di perairan bawah jembatan jalur poros Pelaihari-Banjarmasin tersebut, saksi dikejutkan oleh suara tangisan bayi.
Setelah dilakukan pencarian ke sumber suara, ditemukan sebuah tas kain yang di dalamnya berisi bungkusan kantong plastik putih berlapis dua, tempat bayi malang tersebut disembunyikan.
Saksi yang berada di lokasi sempat panik melihat kondisi sang bayi. Tidak lama berselang, seorang anggota TNI AD dari Kodim 1009/Tanah Laut yang bertugas di Posramil Batu Ampar, Serma Sugiyanto, kebetulan sedang melintasi kawasan jembatan tersebut.
Melihat adanya kerumunan warga yang panik, ia segera berhenti untuk memeriksa keadaan, lalu turun ke bawah kolong jembatan guna mengevakuasi bayi tersebut, menuju daratan untuk segera melarikan anak itu ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga: 7 Wilayah Kalsel Berpotensi Kekeringan, Termasuk Banjarmasin Banjarbaru
Baca Juga: 3 Karhutla di Banjarbaru, Lahan 5 Hektare di Landasan Ulin Terbakar
Peristiwa ini langsung memicu gelombang keprihatinan dan empati yang luas dari masyarakat Pelaihari, terlebih setelah rekaman video amatir proses evakuasi beredar cepat di berbagai grup percakapan digital dan media sosial, sepanjang Sabtu siang.
Warga sangat mengutuk tindakan keji tersebut dan berharap kondisi kesehatan bayi dapat segera pulih sepenuhnya, serta menuntut agar pihak berwajib segera menemukan orang tua yang tidak bertanggung jawab itu.
Saat dikonfirmasi mengenai perkembangan penanganan kasus ini, Kepolisian Sektor Pelaihari menyatakan telah bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif di lapangan, guna mengungkap identitas pelaku penelantaran anak tersebut.