Hampir 3.000 Hektare Terdampak Karhutla, Kalteng Siapkan Water Bombing

WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA – Udara semakin panas. Hujan pun tak kunjung turun di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Berdasarkan Data Posko Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalteng, dari awal tahun hingga hingga 9 Juli 2026, sebanyak 2.074 titik panas (hotspot) muncul di berbagai wilayah.

Dalam periode yang sama terjadi 353 karhutla di Kalteng yang menghanguskan 527,30 hektare.

Namun berdasarkan analisis citra satelit, luasan area terdampak mencapai 2.915,11 hektare.

Berdasarkan wilayah, Kota Palangka Raya menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 153 kejadian.

Selanjutnya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan 57 kejadian dan Kabupaten Barito Utara (Barut) 45 kejadian.

Baca Juga: Karhutla di Area Perkantoran Pemprov Kalsel, 10 Hektare Lebih Lahan Terbakar di Banjarbaru

Baca Juga: 40 Tahun Berjualan Ludes Hitungan Menit, Kebakaran Pasar Lima Banjarmasin Lalap 162 Toko dan Kios

Kendati nomor dua terbanyak karhutla, Kotim menjadi daerah terdampak paling besar dengan luasan mencapai 133,2 hektare.

Disusul Kabupaten Sukamara 124,4 hektare dan Kota Palangka Raya dengan 81,56 hektare.

Untuk indikator titik panas, Kabupaten Katingan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 305 titik.

Kabupaten Kapuas di posisi kedua dengan 272 hotspot, disusul Kotim 271 hotspot.

Dalam sebuah kesempatan, Jumat (10/7/2026), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Ahmad Toyib, menyatakan pihaknya memperkuat kesiapsiagaan mengingat kemarau memasuki puncaknya.