Heli Water Bombing Kalsel Sisa Dua Setelah Dua Unit Dipinjam Kalbar dan Kalteng
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Di tengah meningkatnya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan (Kalsel), armada helikopter water bombing berkurang dari empat menjadi dua.
Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mendapat bantuan empat heli water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Dari empat helikopter yang disiagakan, satu dipinjamkan ke Kalimantan Barat dan satu lagi ke Kalimantan Tengah karena kondisi kebakaran di sana lebih besar. Salah satunya untuk penanganan kebakaran di wilayah Tumbang Samba, Kalteng," terang Kasubid Kedaruratan sekaligus Manajer Posdalops-PB BPBD Kalsel Noor Jamaluddin saat ditemui wartabanjar.com di kantornya, Jumat (7/8/2026).
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini, Suhu Maksimum Capai 35 Derajat Celcius
Ia menjelaskan peminjaman tersebut dilakukan sejak Juli 2026, tidak lama setelah Pos Komando Penanganan Karhutla diaktifkan, termasuk pos yang berada di Kota Marabahan Kabupaten Barito Kuala.
Meski demikian, Noor memastikan pemerintah pusat tetap memantau perkembangan karhutla di Kalsel.
Apabila situasi di daerah ini meningkat hingga membutuhkan tambahan armada udara, BNPB akan melakukan penyesuaian.
"Informasi dari Menteri Koordinator dan Deputi II BNPB, apabila kondisi kebakaran di Kalsel meningkat dan hampir sama dengan Kalteng, maka akan dilakukan penambahan armada dari daerah lain, baik dari Sumatera maupun Sulawesi," jelasnya.
Hingga saat ini, lanjut Noor Jamaluddin, belum ada informasi mengenai kapan helikopter yang dipinjamkan tersebut akan dikembalikan ke Kalsel.
"Sampai sekarang belum ada kabar terkait pengembaliannya," pungkasnya.
Baca juga: Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel Resmi Dipusatkan di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
Karhutla setidaknya terjadi di kawasan Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru pada Kamis (6/8/2026) sore hingga malam.
Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke permukiman warga.
Lurah Liang Anggang Selatan, Misran, mengatakan pihaknya baru mengetahui adanya kebakaran setelah mendapat laporan dari masyarakat setempat.