WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax, turut berdampak pada meningkatnya biaya operasional layanan angkutan pelajar gratis di Kabupaten Tabalong.

Meski demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabalong memastikan seluruh armada tetap beroperasi normal untuk melayani pelajar pada tahun ajaran baru.

Dishub Tabalong menegaskan program angkutan pelajar gratis tetap menjadi salah satu layanan prioritas pemerintah daerah dalam mendukung akses pendidikan.

Karena itu, operasional armada akan terus dipertahankan meskipun biaya operasional mengalami peningkatan akibat kenaikan harga BBM.

Kepala Bidang Angkutan dan Multimoda Dishub Tabalong, Makarius Djatmiko, mengatakan pihaknya berupaya menjaga kualitas pelayanan agar tidak berkurang.

Baca Juga 7 Wilayah Kalsel Berpotensi Kekeringan, Termasuk Banjarmasin Banjarbaru

Baca Juga: Kebakaran di Pasar Lima Banjarmasin: Isna Kehilangan 12 Kios, Aman Rugi Rp500 Juta

Sejumlah langkah efisiensi dilakukan, di antaranya mengoptimalkan penggunaan kendaraan dan memberikan pembinaan kepada para pengemudi agar penggunaan BBM lebih hemat tanpa mengurangi kualitas layanan.

"Jadi kami, dengan adanya permintaan masyarakat, khususnya anak-anak pelajar di tahun ajaran yang baru ini, kami masih mencoba menghitung operasional unit kami. Dalam waktu dekat kami akan memanggil driver kami untuk mencoba mencari solusi bagaimana dengan kondisi yang ada ini. BBM saat ini naik, kita akan mencarikan jalan pemecahannya kepada driver kami supaya pelayanan angkutan pelajar dan penambahan kuota yang ada bisa kita layani," ujar Makarius, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, seiring dimulainya tahun ajaran baru, kebutuhan masyarakat terhadap layanan angkutan pelajar terus meningkat.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Dishub berkomitmen tetap mengutamakan pelayanan agar para pelajar dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman, nyaman, serta tanpa dipungut biaya.

Saat ini, Dishub Tabalong mengoperasikan 53 unit mobil angkutan pelajar jenis APV yang melayani berbagai rute menuju sekolah di wilayah Kabupaten Tabalong. Selain itu, tersedia lima unit kendaraan cadangan yang siap dioperasikan apabila diperlukan.