Bermuatan Politis, Pameran Lukisan Yos Suprapto Dibredel? Begini Klarifikasi Menteri Fadli Zon dan Pelukisnya
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Pembatalan pameran lukisan bertema Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan karya seniman Yos Suprapto di Galeri Nasional menuai kontroversi. Alhasil, Menteri Kebudayaan Fadli Zon sampai turut mengomentari insiden tersebut dalam pembukaan pameran 130 Tahun Pithecanthropus Erectus di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024) malam.
Fadli Zon seperti dikutip Wartabanjar.com mengatakan, pembatalan itu karena kurator Suwarno Wisetrotomo menilai ada lukisan yang tidak sesuai dengan tema kedaulatan pangan. Dirinya membantah ada upaya pembrendelan terhadap lukisan karya Yos Suprapto.
"Tidak ada pembungkaman, tidak ada beredel. Kita ini mendukung kebebasan ekspresi," ujar Fadli Zon
Baca juga: Sat Resnarkoba Polres HST Bekuk Pengedar Sabu di Barabai Utara, Barang Bukti 0,76 Gram Diamankan
Menurutnya, pembatalan pameran itu murni karena kurator mundur, sehingga pameran tak dapat dilanjutkan. Galeri Nasional merupakan institusi pemerintah yang saat ini berada di bawah Kementerian Kebudayaan yang dipimpinnya.
Pihak Museum Seni Galeri Nasional Indonesia membantah ada upaya pembrendelan terhadap pameran tunggal seniman Yos Suprapto yang bertema Tanah untuk Kedaulatan Pangan.
Galeri Nasional menyebut, penundaan pameran dilakukan untuk proses mediasi agar ada kesepakatan antara seniman dan kurator. Mediasi itu terkait lukisan yang ditampilkan dalam pameran harus sesuai dengan tema yang diangkat.
Baca juga: Kakek Berusia 70 Tahun Meninggal Dunia di Masjid Al Ikhwan Banjarmasin, Ditemukan Masih Kenakan Sarung
Sementara seniman Yos Suprapto menjelaskan, ia harus memasang lukisannya sendiri, karena kurator tak hadir ketika waktu pemasangan lukisan seperti kesepakatan. Kurator baru hadir saat pameran lukisan hampir siap dibuka untuk publik.
Yos menjelaskan karya-karyanya yang tidak disetujui untuk dipasang sebelumnya sudah melewati proses riset dan dinilai tetap sesuai dengan tema yang diangkat. Dirinya membantah pernyataan Menteri Fadli Zon yang menyebut lukisannya gagal dipamerkan di Galeri Nasional karena bermuatan makian.
Yos mengatakan, permasalahan bermula saat kurator meminta lima dari 30 lukisan yang disiapkan untuk diturunkan. Lima lukisan itu berkaitan dengan sejumlah sosok yang akrab di mata masyarakat Indonesia.
Baca juga: Tangkal Peredaran Narkoba Jelang Tahun Baru, Polsek Sangatta Ringkus Pengedar Sabu
"Jadi sampai beberapa jam sebelum pameran, lima lukisan itu masih diminta untuk diturunkan. Padahal lukisan-lukisan tersebut merupakan narasi dari tema pameran," kata Yos.
Ia menyatakan beberapa jam sebelum pameran dibuka, dirinya sudah rela menutup dua lukisan dengan kain hitam. Namun, ia diminta menurunkan tiga lukisan lagi yang pada akhirnya membuatnya bulat untuk menolak semua permintaan itu.
"Saya tidak mau berasumsi, tapi kurator seperti ada ketakutan-ketakutan terhadap politik praktis dan tindakan represif pemerintah. Toh Menteri Kebudayaan yang dijadwalkan hadir saja juga belum lihat lukisannya," ucap Yos.
Baca juga: Mabes Polri Tangkap Belasan Oknum Polisi Pemeras WNA di Event Musik, Selanjutnya?
Dirinya mengancam, jika kelima lukisan tersebut diturunkan ia akan membatalkan pameran secara keseluruhan dan membawa pulang seluruh lukisan ke Yogyakarta.
"Saya tidak mau lagi berurusan dengan Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan," putus Yos. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko