Yogi menyebut pendidikan tentang bencana harusnya dilakukan saat kondisi nyaman dan aman, bukan saat bencana terjadi. Dirinya mencontohkan kejadian gempa bumi di Cianjur Jawa Barat, yang memakan korban murid-murid Taman Kanak-Kanak (TK).
“Itu terlambat. Misal, saat gempa Cianjur beberapa tahun lalu itu anak TK satu ruangan menjadi korban karena kelasnya ambruk. Mungkin kalau sudah diberikan kemampuan, sehingga mampu mitigasi, bisa jadi kondisinya berbeda,” tutur Yogi.
Baca jugaLĀ Pabrik Narkoba di Bandung Diduga Terkait Jaringan Malaysia-RI
Editor: Sidik Purwoko







