“Persemaian Liang Anggang ini adalah wujud nyata dari upaya kita menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan ekosistem hutan yang berkelanjutan. Dengan kapasitas produksi mencapai 10 juta bibit per tahun, saya optimis PLA akan berkontribusi besar dalam merehabilitasi lahan kritis, mendukung program penghijauan nasional, dan memperkuat ketahanan ekologi, baik di Kalimantan maupun seluruh Indonesia,” ujar Sulaiman Umar.
Ia juga memberikan apresiasi atas perkembangan pembangunan PLA yang masuk skala besar di Indonesia.
“Saya berharap upaya ini terus berlanjut dengan baik dan menjadi inspirasi bagi persemaian skala besar lainnya di seluruh Indonesia. Bersama-sama, mari kita jaga dan pulihkan lingkungan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan, Adi Santoso. menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungannya dalam pembangunan PLA.
“Kami berharap Persemaian Liang Anggang dapat menjadi fasilitas yang representatif untuk memulihkan lahan kritis di Kalimantan Selatan, sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya penghijauan untuk pembangunan berkelanjutan dan penguatan ketahanan bencana,” ungkap Adi Santoso.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, yang turut memberikan dukungan terhadap upaya ini. Persemaian Liang Anggang diharapkan menjadi motor penggerak penghijauan di Kalimantan dan inspirasi bagi daerah lain dalam mendukung pelestarian lingkungan. (adpim).







