WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Seorang siswa yang juga atlet beladiri Kalsel, memutuskan pindah dari SMAN 2 Banjarmasin.

Penyebabnya, ia tidak naik kelas pada tahun ajaran 2026/2027 ini.

Ternyata, tidak hanya siswa itu yang mengalami nasib serupa.

Informasi yang diperoleh Wartabanjar.com, ada belasan siswa atlet dari berbagai cabang olah raga yang tidak naik kelas di sekolah yang berlokasi di Kawasan Jalan Mulawarman, Banjarmasin itu.

Mereka kabarnya duduk di bangku kelas X dan XI.

Belasan siswa yang tidak naik kelas itu masuk ke SMAN 2 Banjarmasin melalui jalur khusus, yakni Kelas Khusus Olahraga (KKO).

"Sudah ada mediasi. Tetapi sekolah tetap menegaskan anak saya tidak memenuhi syarat untuk naik kelas. Jadi kami memutuskan untuk pindah sekolah," ungkap ayah siswa tersebut, yang enggan disebut identitasnya.

Ia mengungkapkan selain anaknya, ada lebih dari 10 siswa yang tidak naik kelas.

Baca Juga: 41 Anggota Jemaah Umrah asal HST Gagal Berangkat, Sebagian Sudah di Bandara

Baca Juga: Bayi 10 Hari Diduga Dijual Rp5 Juta, Dua Orang Jadi Tersangka TPPO di Banjarbaru

Terkait masalah itu, pada Jumat (17/7/2026) lalu, para orangtua siswa atlet itu melakukan pertemuan dengan pihak sekolah.

Pada pertemuan tersebut, orangtua mempertanyakan sekaligus meminta pihak sekolah memberi kebijakan khusus atau dispensasi untuk siswa yang masuk lewat jalur KKO.

"Jangan disamakan dengan siswa regular lainnya," kata orangtua yang berprofesi sebagai guru di Kota Banjarbaru ini.

Pasalnya, sebagai atlet apalagi yang sudah tingkat daerah, provinsi bahkan nasional, mereka terpaksa sering absen untuk mengikuti turnamen atau kejuaraan olahraga.

"Mereka kan mewakili provinsi ini, mewakili Kalsel ke event-event olahraga bahkan ke tingkat nasional. Seperti anak saya yang sering mewakili Banjarmasin bahkan Kalsel ke kompetisi nasional," ucapnya.

Selain itu, sebagai atlet, para siswa itu juga dituntut untuk aktif melakukan latihan yang terkadang waktunya berbenturan dengan jadwal sekolah.