WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Banjarbaru menggelar diskusi dan silaturahmi bersama sejumlah organisasi serta lembaga keagamaan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi masjid, khususnya terkait imam salat dan pengelolaan dana masjid.

Kegiatan tersebut berlangsung Selasa (18/8/2026) di Kantor Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Banjarbaru, Jalan A Yani Nomor 14 RT 001 RW 006, Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Ketua DMI Kota Banjarbaru, Gusti Noor Atauddin Satya Dharma, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memetakan berbagai persoalan yang terjadi di masjid-masjid sekaligus mencari solusi bersama.

“Permulaan hari ini kita membicarakan permasalahan imam masjid dan pengelolaan dana masjid,” ujar Gusti Noor Atauddin.

Menurutnya, pembahasan juga mencakup pengelolaan infak, sedekah, dan zakat agar pemanfaatannya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik masjid.

Baca Juga Polres HST Periksa Lokasi Penemuan Mayat Jumran di Belakang Kopdes Merah Putih Tungkup

Baca Juga Kajati Kalsel Lantik dan Ambil Sumpah Wakajati dan Empat Kajari

Ke depan, dana yang dihimpun diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk mendukung kegiatan, pengelolaan, sosialisasi, serta berbagai program yang dapat memakmurkan masjid.

“Jadi, tidak ada lagi nantinya sumbangan di masjid itu semata-mata untuk pembangunan saja. Kemungkinannya ke depan bisa untuk pembangunan masjid itu sendiri, kegiatan masjid dan sosialisasi masjid,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, DMI Kota Banjarbaru turut mengundang sejumlah unsur, di antaranya Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, Muhammadiyah, serta unsur Dewan Masjid.

Gusti Noor Atauddin menambahkan, pembahasan akan dilanjutkan melalui pertemuan dan silaturahmi berikutnya dengan melibatkan pengurus masjid serta organisasi keagamaan terkait.

“Ke depannya mungkin ada lagi pertemuan berikutnya. Kami akan mengundang semua yang terkait, seperti pengurus masjid, MUI, LPTQ dan organisasi lainnya,” katanya.