Sementara itu, Ketua MUI Kota Banjarbaru sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Putri Banjarbaru, Guru Mukhlis Kaspul Anwar, menyambut baik pertemuan tersebut. Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah memetakan persoalan yang dihadapi masjid, terutama mengenai imam dan pengelolaan dana.

“Di pertemuan tadi kita membahas mengenai imam salat, kemudian pengelolaan dana masjid. Kita memetakan masalahnya apa dan penyelesaiannya seperti apa,” ujar Guru Mukhlis.

Ia mengusulkan agar langkah berikutnya diawali dengan memperkuat silaturahmi bersama yayasan dan pengurus masjid. Dengan komunikasi langsung, persoalan yang dihadapi masing-masing masjid dapat diketahui secara lebih jelas.

“Kita ingin silaturahmi dulu dengan yayasan, terutama karena ini menyangkut masjid. Kita petakan problem apa yang mereka hadapi, kemudian solusi apa yang mereka tawarkan. Kita nanti yang menjembatani,” katanya.

Guru Mukhlis menegaskan, tujuan utama dari langkah tersebut adalah memakmurkan masjid dan mengoptimalkan fungsi masjid bagi masyarakat. 

Selain persoalan imam dan pengelolaan dana, ke depan masjid diharapkan dapat lebih aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan, sosial dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Intinya, kita ingin memakmurkan masjid. Mungkin nanti ada TPA, kegiatan ekonomi dan kegiatan bermanfaat lainnya untuk memaksimalkan fungsi masjid,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi respons DMI Kota Banjarbaru yang dinilainya sangat terbuka terhadap masukan dari peserta pertemuan dan berkomitmen melanjutkan pembahasan.

Guru Mukhlis berharap seluruh pihak yang terlibat tetap diberikan kesehatan dan semangat dalam membantu umat serta menghidupkan masjid.

“Tidak ada yang lebih baik kecuali orang yang hatinya tergantung dengan masjid-masjid. Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang menghidupkan masjid,” pungkasnya. (Wartabanjar.com)