Polres HST Periksa Lokasi Penemuan Mayat Jumran di Belakang Kopdes Merah Putih Tungkup
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sejumlah personel Polres Hulu Sungai Tengah (HST) langsung memeriksa dan menyelidiki lokasi penemuan mayat pria warga di belakang bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Tungkup RT 01 RW 02 Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Selasa (18/8/2026).
Sementara ini baru diketahui mayat beridentitas Jumran warga Desa Tungkup dan dikabarkan oleh keluarganya tidak pulang ke rumah dua hari terakhir.
Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Aiptu M Husaini, mengatakan Pamapta bersama Tim Inafis Satreskrim telah menuju lokasi penemuan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Pamapta dan Tim Inafis Satreskrim sudah meluncur ke TKP,” ujar Husaini.
Baca juga: Satu Rumah di Banjar Permai Banjarmasin Terbakar, Korban Meninggal dan Luka Dibawa ke RS Ulin
Baca juga: Kecelakaan Maut Pikap Versus Motor di Pelaihari Tewaskan Ibu dan Anak
Tim Inafis melakukan pemeriksaan lokasi penemuan serta terhadap jenazah untuk mengetahui penyebabnya meninggal dunia.
Mengetahui penemuan mayat di Tungkup pada Selasa sekitar pukul 08.00 Wita, polisi setempat dating dan memasang pita polisi di sekelilingnya.
Lokasi tampak berupa kebun warga dan di sekeliling terdapat banyak pohon pisang.
Jenazah tergeletak di rerumputan kering.
Oleh warga, mayat ditutupi tapih atau kain perempuan.
Penemuan mayat Jumran sebelumnya dibenarkan Babinsa Koramil 1002-08/LAU Sertu Alfiannor.
Identitas Jumran diketahui dari KTP di saku pakaiannya.
Alfiannor menerangkan Jumran ditemukan meninggal setelah tak pulang ke rumah selama dua hari.
Jumran pergi entah ke mana menggunakan sepeda pada Minggu (16/8/2026).
Khawatir Jumran tak pulang, sang istri kemudian memberitahukan keluarganya dan mereka pun melakukan pencarian Bersama warga.
Pihak keluarga juga melapor ke Polsek LAU pada Senin (17/8/2026).
Pada Selasa pagi, Jumran ditemukan tergeletak di belakang Kopdes Tungkup.
Posisinya telentang miring ke kiri dan menindih sepeda.
Oleh karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, Alfiannor mengatakan pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. (wartabanjar.com)