"Kalau seperti ini jadi percuma mendaftar ke sekolah melalui jalur kelas olahraga. Tidak ada bedanya dengan siswa reguler. Karena itu anak saya pindah ke sekolah lain yang juga memiliki KKO," tegasnya.

Dikatakan orangtua siswa atlet lainnya, meski diakui harus Latihan dan mengikuti event-event olahraga, anaknya selalu berusaha memenuhi tugas dari sekolah.

Selain itu, mereka juga selalu menyampaikan jadwal latihan dan ajang olahraga yang harus diikuti ke pihak sekolah.

Selain itu, sepengetahuannya, sang anak selalu berusaha mengerjakan tugas sekolah sebagai pengganti tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

"Jadwal kegiatan latihan dan kompetisi juga selalu disampaikan ke pihak sekolah," ujarnya.

Selasa (21/7/2026), Wartabanjar.com yang berupaya melakukan konfirmasi dengan kepala SMAN 2 Banjarmasin, hanya ditemui Asisten Kehumasan Bidang Komunikasi dan Kemitraan, Rano Welum.

Bersama seorang guru, dia menegaskan Kepala Sekolah, Muhdi Harto S.Pd, M.Pd sedang ada agenda penting sehingga tidak dapat diganggu.

Disinggung soal siswa atlet yang tidak naik kelas, dia mengatakan tidak dapat memberikan informasi jumlah pastinya.

Apalagi, kata Rano, di antara siswa itu ada yang sudah pindah sekolah.

"Saya tidak berani ya, karena ada etikanya juga dan untuk menjaga data mereka yang sudah pindah," katanya.

Mengenai penyebab para siswa tersebut tidak naik kelas, Rano mengatakan nilai akademik mereka tidak memenuhi syarat.

"Oke, mereka siswa atlet berprestasi. Tapi kami juga punya aturan terkait tugas, absensi. Banyak hal yang pada prinsipnya harus seimbang. Kita harus sadar akademik juga penting," ucap Rano. (wartabanjar.com/yohanes)