WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum tengah menyelesaikan pembangunan Flyover Canguk di Magelang, Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI.Yogyakarta, Direktorat Jenderal Bina Marga. Keberadaan Flyover Canguk dirasa akan mengurai simpul kemacetan. Kemacetan di Magelang sendiri merupakan dampak pertemuan lalu lintas dari arah Semarang, Yogyakarta, Salatiga, dan Kota Magelang. Flyover Canguk sekaligus mendukung konektivitas Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra mengatakan pembangunan infrastruktur diperlukan agar mobilitas barang, jasa, dan manusia lebih efisien. Dengan konektivitas yang semakin lancar, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah untuk membantu proses percepatan pembangunan di wilayah tersebut. Baca juga: Daftar Nominasi Penghargaan Ballon d’Or 2024, 60 Pesepakbola Dunia Bersaing Rebut Piala “Pembangunan Flyover Canguk akan memperlancar konektivitas dan aksesibilitas lalu lintas, di samping itu juga memberikan alternative bagi warga untuk meningkatkan produktivitas perekonomian,” kata Rachman Arief seperti dikutip Wartabanjar.com. Pembangunan Flyover Canguk diharapkan dapat memperlancar konektivitas dan mengurai kemacetan pada segmen jalan nasional di Magelang. Flyover Canguk dibangun pada simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari empat arah. Keempat arah tersebut yakni Jalan Nasional Soekarno Hatta dan Jalan Urip Sumoharjo dengan jalan provinsi ruas Magelang-Salatiga dan Jalan Telaga Warna yang merupakan jalan kabupaten menuju Kota Magelang. Flyover Canguk dibangun sejak kontrak November 2023 dengan panjang 781,2 meter oleh kontraktor pelaksana PT Yasa Patria Perkasa. Konstruksi flyover telah mencapai 86,5% per 28 Oktober 2024 dan ditargetkan selesai pada akhir 2024. Baca juga: Pj Bupati Penajam Buka Festival Belian Adat Paser Nondoi Pembangunan Flyover Canguk akan menambah kapasitas jalan dari semula dua lajur menjadi empat lajur. Untuk lajur arah Salatiga (Kopeng) dilengkapi dengan underpass sepanjang 16 meter serta jalan penghubung sepanjang 765,29 meter pada setiap arah. Anggaran pekerjaan konstruksi flyover menggunakan skema Multi Years Contract (MYC) tahun 2023-2024 dengan biaya sekitar Rp99,6 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk pemasangan tiang bor sekan sekunder dan premier diameter 80 cm, pekerjaan tiang bor beton dengan diameter 800 mm, perkerasan beton semen, pekerjaan laston lapis. Keberadaan flyover juga diharapkan memperlancar aksesibilitas menuju kawasan-kawasan pariwisata sekitar Borobudur,Yogyakarta,Prambanan, dan Kopeng, sehingga akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitarnya, khususnya sektor pariwisata. (Sidik Purwoko) Baca juga: Launching SuperApp PLN Mobile, PLN Tawarkan Transaksi Yang Lebih Mudah, Murah dan Aman Editor: Sidik Purwoko