WARTABANJAR.COM, WASHINGTON - Cukup mengejutkan, pascapenembakan di Pennsylvania calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, justru mengalami tren kenaikan dukungan. Ini berdasarkan hasil survei terbaru menjelang Pilpres AS. Survei menunjukkan, Donald Trump mengungguli Joe Biden di 7 negara bagian yang menjadi medan pertempuran secara nasional. Hasil survei yang dilakukan oleh Emerson College, yang disponsori oleh komite aksi politik demokrat untuk generasi masa depan, yang diterbitkan pada Kamis (18/7/2024) menunjukkan bahwa 46% pemilih terdaftar mendukung Trump, dan 42% mendukung Biden. Sedangkan sebanyak 12% pemilih terdaftar belum memilih siapa pun. Baca juga: Presiden Lantik Thomas Djiwandono Dinilai Tidak ada Urgensinya Hasil ini memperlihatkan, tingkat dukungan terhadap Biden menurun sebesar dua poin persentase dan tingkat dukungan terhadap Trump tetap sama dibandingkan dengan jajak pendapat awal bulan ini. Survei tersebut dilakukan setelah Trump ditembak saat berkampanye di Pennsylvania pada 13 Juli 2024. Trump mengungguli Biden dengan selisih 5 poin persentase di negara bagian Wisconsin, Pennsylvania, Nevada, kemudian 6 poin di Georgia, serta masing-masing 7 poin di North Carolina dan Arizona. Tim survei juga mencatat bahwa sejak bulan Maret 2024, peringkat persetujuan terhadap Trump telah meningkat sebesar satu poin persentase di negara bagian Georgia, Pennsylvania, dan Wisconsin, dan dua poin di Arizona. Michigan adalah negara bagian di mana dua kandidat bersaing ketat. Trump kehilangan satu poin persentase di negara bagian ini, tetapi masih memimpin dengan dukungan 45% dan Biden menang dengan 42%. Pada Pilpres AS 2020, Biden menang di negara bagian Michigan, Wisconsin, Pennsylvania, Nevada, Arizona, dan Georgia, tetapi kalah tipis di North Carolina. Sebanyak 20 anggota parlemen dari Partai Demokrat secara terbuka meminta Biden untuk berhenti mencalonkan diri setelah debat pilpres pada 27 Juni lalu. Menurut hasil survei, 36% pemilih Partai Demokrat berpendapat Biden harus mundur, sementara 64% mengatakan dia harus melanjutkan pencalonan untuk Gedung Putih. "Jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa Presiden Biden telah kehilangan lebih banyak dukungan daripada yang diperoleh Trump sejak percobaan pembunuhan tersebut." "Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah tingkat dukungan tersebut telah menurun. Apakah kinerja Biden masih dipengaruhi oleh debat presiden, atau apakah Biden masih terpengaruh oleh debat presiden?" kata Spencer Kimball dari Emerson University. Jajak pendapat nasional tersebut dilaksanakan pada 15 Juli hingga 16 Juli 2024 dengan partisipasi 2.000 koresponden pemilih terdaftar. (berbagai sumber) Editor: Erna Djedi