WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Ruas Jalan Veteran kilometer 5,5 Sungai Lulut, baru selesai diperbaiki dan dibuka sementara, pascaambles beberapa waktu lalu, kini giliran satu bangunan lapak yang berada di pinggiran sungai ambruk ke sungai, Selasa (18/08/2026) petang. 

Pantauan Wartabanjar.com di lokasi, Rabu (19/08/2026), lapak tersebut terbuat dari papan dengan cat hijau. Sementara atapnya terdiri dari seng yang terlihat sudah karatan.

Serpihan material bangunan tampak berserakan di permukaan air sungai, usai bangunan ambruk. 

Beberapa warga yang melintas di depan bangunan ambruk tersebut mengaku terkejut saat melihat kondisi lapak tersebut. 

Menurut keterangan seorang warga yang ada di sekitar lokasi, Abah Zaky, detik-detik jelang peristiwa ambruk terjadi, ada terdengar bunyi krek krek. 

"Pertama kali bunyi tersebut terdengar pada Selasa pagi. Kemudian bunyi krek krek dari lapak tersebut kembali terdengar pada siang hingga sore hari. Bangunan tersebut benar-benar ambruk setelah magrib," ujarnya saat ditemui Rabu siang.

Lapak yang ambruk tersebut kabarnya ditempati Acil Enor bersama suaminya, yang biasa digunakan untuk berjualan sembako.  

Saat ambruk, lapak dalam keadaan tidak ada orang, dan sebagian besar barang jualan pun sudah tidak berada di bangunan tersebut. 

Penyebab bangunan itu ambruk diduga karena tiang dan pondasi bangunan yang terbuat dari kayu sudah lapuk, sehingga tidak cukup kuat menahan beban di atasnya. 

Baca Juga: Pemungutan Suara Ulang Pemilihan Rektor ULM Tertutup dan Dijaga Ketat

Baca Juga: Wamenko Hanif Dorong ULM Jadi Kampus Percontohan Pengolahan Sampah di Kalsel

Karena lokasi satu buah lapak yang ambruk tersebut berada di pinggiran sungai, tepatnya di ruas Jalan Veteran kilometer 5,5 Sungai Lulut yang baru selesai diperbaiki, Kepala Bilang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan, Roby Cahyadi, yang coba dihubungi belim bisa dimintakan komentarnya. (wartabanjar.com)