Gali Potensi Kerjasama Indonesia-Afrika, BKSAP DPR RI Adakan Seminar Internasional
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Addis Ababa melaksanakan seminar internasional dan diskusi bertajuk “Africa in Today’s World: Where is Indonesia?”, Selasa (09/07/2024). Seminar dan diskusi itu merupakan rangkaian dengan persiapan pelaksanaan Indonesia-Africa Parliamenty Forum (IAPF).
Hadir sebagai Keynote Speaker, Dr. Fadli Zon, selaku Ketua BKSAP menyampaikan pandangan terkait potensi strategis Benua Afrika dan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran dalam meningkatkan hubungan tersebut. Dalam pidatonya, Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia dan Afrika memiliki kedekatan historis sebagai bagian penting dari Konferensi Asia-Afrika dan Gerakan Non-Blok.
Fadli menambahkan saat ini perekonomian negara-negara Afrika tumbuh pesat menjadi kekuatan ekonomi yang layak diperhitungkan, serta memiliki potensi dibidang sumber daya mineral dan memiliki populasi pemuda yang besar.
“Selama ini Indonesia hanya menjadi penonton di barisan belakang terkait dengan isu Afrika, kini sudah saatnya Indonesia mengambil peran strategis dan mempererat kerja sama dengan Benua Afrika guna menguatkan posisi geostrategis Indonesia di kawasan ini dan juga secara global”, tegas politisi Partai Gerindra ini seperti dikutip Wartabanjar.com.
Baca juga: BPBD Kalsel Ingatkan Warga Simpan Nomor Darurat
Fadli Zon menambahkan bahwa diplomasi parlemen memegang peranan penting dalam penguatan hubungan Indonsesia baik secara bilateral maupun regional dengan negara-negara Afrika. BKSAP juga telah memiliki Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) dengan 16 negara Afrika, serta telah melaksanakan kunjungan diplomasi ke sejumlah negara seperti Tanzania, Namibia, dan Zimbabwe.
Dalam seminar ini turut sebagai pembicara adalah Duta Besar Al Busyra Basnur, Duta Besar Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, dan Bernardino Vega, wakil hubungan luar negeri Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Sebagai panelis hadir juga dari kalangan pemerintah, kamar dagang, akademisi, dan organsiasi masyarakat sipil yang berasal dari Indonesia dan Ethiopia. Dr. Lawalley Cole dari Uni Afrika, Dewi Justicia Meidiwaty dari Kementerian Luar Negeri RI, Mintardjo Halim dari KADIN, Taufan Teguh Akbari, Ph.D dari LSPR Institute Communication & Business, Dr. Bekele Shibru dari Harambee University, Irfan Wahyudi, Ph.D dari Universitas Airlangga, dan Kemal Abdella dari O-Yes Global Foundation.
Baca juga: Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Bendungan Cipanas di Jawa Barat
Berbagai masukan yang berhasil didapat selama diskusi berlangsung. Bahwa masih terdapat kendala terkait tarif dan insfrastruktur yang mempengaruhi sedikitnya minat pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Afrika dan masih sedikitnya interaksi antar masyarakat yang terjalin selama ini. Namun, hal tersebut tidak menutup peluang dari potensi kerja sama di bidang diplomatik dengan dibukanya perwakilan bilateral, kerja sama energi terbarukan, penguatan perdagangan komoditas unggulan, pertukaraan pengetahuan dan pendidikan, pemberdayaan pemuda dan juga pertukaran budaya.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Ketua BKSAP, Putu Supadma Rudana (F-Partai Demokrat) dan Anggota BKSAP Adde Rosi Khoerunnisa (F-Partai Golkar) dan Ravindra Airlangga (F-Partai Golkar). (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko