Baca juga: Dalam Dua Pekan 10 Jembatan Mendadak Runtuh di India, Diduga Gara-gara Ini
“Pasar Tempe Sengkang ini dibangun dengan anggaran sebesar Rp45,37 M. Pembangunannya dilaksanakan di lahan seluas 8.642 m2 dan dibangun setinggi 2 lantai dengan total jumlah lapak/kios sebanyak 870 unit,” kata Essy.
Dikatakan Essy, Kementerian PUPR berharap, pasar rakyat Tempe Sengkang ini agar dimanfaatkan dan dikelola dengan baik, dan yang utama dipelihara dengan baik. “Kemudian, karena pasar ini dibangun dengan konsep green building, diharapkan kebersihannya juga harus dijaga dengan baik,” katanya.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Irwan Darmawan Aras mengapresiasi pembangunan Pasar Tempe yang menurutnya sangat dibutuhkan masyarakat sebagai pusat kegiatan ekonomi. “Tentunya selanjutnya diharapkan pasar-pasar tradisional lainnya di Sulsel dapat ditingkatkan kualitasnya seperti Pasar Tempe didukung oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR,” ujarnya.
Baca juga: Dugaan Korupsi, Polri Sita Dokumen dan CPU Komputer Ditjen di Kementerian ESDM
Turut hadir dalam acara tersebut Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Bob Arthur Lombogia, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Adenan Rasyid, Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Essy Asiah, Kepala BPPW Sulawesi Selatan Koesworo Darpito, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Suryadarma Hasyim. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







