Pemkab HST Dirikan LKP Bahasa Inggris Pertama di Indonesia, Siapkan Generasi Tembus IPDN dan Dunia Kerja
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resmi mendirikan Lembaga Pelatihan dan Kursus (LKP) bahasa Inggris “plat merah” pertama di Indonesia guna meningkatkan kompetensi bahasa asing masyarakat.
Langkah tersebut diperkuat melalui penandatanganan kerja sama dengan Britain English Education pada Mei 2026 sebagai bagian dari persiapan operasional lembaga.
Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, mengatakan pendirian LKP tersebut mengacu pada regulasi terbaru Permendikdasmen akhir 2025 yang memperbolehkan pemerintah daerah mengelola lembaga kursus secara mandiri.
Menurutnya, keberadaan LKP ini menjadi jawaban atas kebutuhan standar kemampuan bahasa Inggris untuk menghadapi seleksi sekolah kedinasan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri hingga tes calon aparatur sipil negara.
BACA JUGA: Bupati HST Samsul Rizal Dianugerahi Kartika Pamong Praja Muda dan Pin Kehormatan IPDN
BACA JUGA: Polres HST Temukan Kendaraan Belum Miliki Barcode Saat Monitoring Bio Solar di Dua SPBU
“Perizinan dari KP2T sudah selesai, sehingga sekarang fokus pada kesiapan teknis dan kualitas instruktur,” ujar Anhar di Barabai, Selasa (12/5/2026).
Ia mengatakan, pemerintah menargetkan pembukaan kelas perdana dapat dilaksanakan pada Juli 2026 setelah fasilitas pendukung dan kurikulum selesai disiapkan.
Saat ini, pengerjaan fisik di lokasi masih berlangsung meliputi penyekatan ruang kelas, perbaikan halaman, serta pemenuhan sarana prasarana penunjang pembelajaran.
Dari sisi akademik, kurikulum yang digunakan akan mengacu pada standar internasional Cambridge Common European Framework of Reference for Languages (CEFR).
Meski demikian, pemerintah mengakui jadwal peresmian sempat mengalami penyesuaian akibat perubahan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dipengaruhi kenaikan biaya logistik dan bahan bakar minyak.
Selain itu, status kelembagaan saat ini masih berbentuk LKP sesuai arahan pemerintah provinsi sebelum nantinya diproyeksikan berkembang menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Anhar menegaskan langkah tersebut dilakukan secara bertahap agar operasional lembaga dapat berjalan maksimal sejak awal.
“Harapannya, LKP ini bisa meningkatkan kemampuan bahasa asing generasi muda HST agar lebih siap bersaing di dunia pendidikan maupun pekerjaan,” tutupnya. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu