Anak-anak Korban Banjir Bandang Sumbar Alami Trauma, Relawan Gabungan Beri Dukungan Psikososial
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, AGAM - Banyak anak-anak korban banjir bandang di Kabupaten Agam yang mengalami trauma. Karena itulah sejumlah relawan gabungan memberikan dukungan psikososial untuk pemulihan psikologis mereka. Relawan gabungan tersebut antara lain Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) RESCUE, Medis Respon Team (MRT), Relawan Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) dan Indonesia Gemilang.
Ketua GPMI RESCUE, Permana Irmansyah mengatakan, hasil assesment tim relawan gabungan menunjukkan banyaknya anak - anak yang mengalami trauma banjir lahar dingin pada 10 Mei lalu. Aktivitas psikososial dinilai penting untuk memberikan motivasi pada anak-anak agar bisa melupakan kejadian saat itu.
“Maka tim relawan gabungan antara GPMI RESCUE, MRT, Relawan SIGAP dan Indonesia Gemilang mengadakan psikososial anak di sela-sela assesment yang dilakukan dari tanggal 20 sampai dengan 24 Mei 2024 lalu,” ujar Permana seperti dikutip Wartabanjar.com, Senin (27/05/2024).
Baca juga: Terpeleset di Batang, Bocah Diduga Tenggelam di Desa Tantaringin Tabalong
Ia menjelaskan, terapi psikososial ini dilakukan dengan mengadakan permainan bersama di halaman Musholla At Toyyibah Jorong Cangkiang Batu Taba Kabupaten Agam. Hampir 20 sampai 30 anak aktif dalam permainan-permainan tersebut.
“Sedih memang ketika kami harus berpisah dengan anak-anak di Jorong Cangkiang Batu Taba karena tugas assesment kami telah selesai pada tanggal 25 Mei 2024. Semoga kita bisa bertemu kembali, bersuka ria lagi di masa yang akan datang,” pungkasnya.
Sebelumnya, banjir bandang besar di Sumbar pada Sabtu (11/05/2024) lalu menewaskan sedikitnya 62 jiwa. Data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut korban terakhir merupakan warga Nagari Galuang, Kabupaten Agam yang ditemukan pada Kamis (22/05/2024) lalu.
Menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo setelah meninjau lokasi terdampak galodo di Kabupaten Agam, Selasa (21/05/2024) lalu, tim penanganan darurat bencana banjir lahar hujan Sumbar melaksanakan rapat lanjutan keesokan harinya.
Dalam rapat yang dipimpin Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Fajar Setyawan, ada empat hal yang perlu segera dilaksanakan sebagai langkah mitigasi untuk antisipasi risiko potensi bencana serupa di kemudian hari.
Empat hal tersebut adalah peledakan batu-batu besar material Gunung Marapi, normalisasi daerah aliran sungai, pembangunan sabo dam, dan penguatan early warning system. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko