Dalam membayar zakat fitrah ada dua jenis waktu yang berlaku, yakni waqtul wujub dan waqtul jawaz.
“Tetapi banyak orang yang tak tahu kapan waqtul wujub kapan waqtul jawaz,” ujarnya.
Ustadz Abdul Somad menerangkan waqtul jawaz merupakan waktu dimulai atau sudah boleh membayar zakat fitrah, sedangkan waqtul wujub merupakan waktu yang wajib untuk membayar zakat fitrah yaitu dari waktu adzan magrib pada malam takbiran atau malam hari raya idul fitri, hingga khatib naik ke atas mimbar pada saat pelaksanaan salat idul fitri.
“Wajibnya itu kapan? Dari mulai adzan magrib atau petang pada malam takbir, adzan magrib sampai khatib naik mimbar,” paparnya.
Dari waktu wajib inilah, dapat diketahui siapa yang diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.
Yang wajib bayar zakat fitrah, dijabarkannya ialah siapa saja yang hidup pada waktu wajib tersebut, yaitu dimulai dari adzan maghrib pada malam hari raya idul fitri sampai dengan khatib naik atas mimbar di pagi hari raya.
“Siapa yang hidup dari sejak adzan magrib sampai khatib naik mimbar, wajib hukumnya bayar zakat fitrah,” ucap Ustadz Abdul Somad.
Ia melanjutkan, jika seseorang meninggal sebelum atau bukan pada waktu ini, maka baginya tidak wajib membayar zakat fitrah.
“Jadi kalau ada orang meninggal habis Ashar, sore Sabtu (misalnya), hari raya Ahad esoknya. Habis ashar meninggal dia, tak bayar. Tak wajib bayar zakat fitrah,” katanya.
Namun apabila sudah terlanjur membayar sebelum meninggal, Ustadz Abdul Somad mengatakan zakat itu tidak perlu diambil kembali, meskipun tak lagi wajib atas orang tersebut untuk membayar zakat fitrah.







