5. Zakat Fitrah untuk Semua Keluarga
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Ta’ala.”
Ustadz Abdul Somad menjelaskan batas menunaikan zakat fitrah ialah saat khatib naik mimbar ketika pelaksanaan salat Id.
“Ketika khatib naik mimbar, sudah habis waktunya, dan zakat fitrah yang dibayar pun bernilai sedekah biasa,” jelasnya.
Dalam membayar zakat fitrah ada dua jenis waktu yang berlaku, yakni waqtul wujub dan waqtul jawaz.
“Tetapi banyak orang yang tak tahu kapan waqtul wujub kapan waqtul jawaz,” ujarnya.
Ustadz Abdul Somad menerangkan waqtul jawaz merupakan waktu dimulai atau sudah boleh membayar zakat fitrah, sedangkan waqtul wujub merupakan waktu yang wajib untuk membayar zakat fitrah yaitu dari waktu adzan magrib pada malam takbiran atau malam hari raya idul fitri, hingga khatib naik ke atas mimbar pada saat pelaksanaan salat idul fitri.
“Wajibnya itu kapan? Dari mulai adzan magrib atau petang pada malam takbir, adzan magrib sampai khatib naik mimbar,” paparnya.
Dari waktu wajib inilah, dapat diketahui siapa yang diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.
Yang wajib bayar zakat fitrah, dijabarkannya ialah siapa saja yang hidup pada waktu wajib tersebut, yaitu dimulai dari adzan maghrib pada malam hari raya idul fitri sampai dengan khatib naik atas mimbar di pagi hari raya.
“Siapa yang hidup dari sejak adzan magrib sampai khatib naik mimbar, wajib hukumnya bayar zakat fitrah,” ucap Ustadz Abdul Somad.
Ia melanjutkan, jika seseorang meninggal sebelum atau bukan pada waktu ini, maka baginya tidak wajib membayar zakat fitrah.
“Jadi kalau ada orang meninggal habis Ashar, sore Sabtu (misalnya), hari raya Ahad esoknya. Habis ashar meninggal dia, tak bayar. Tak wajib bayar zakat fitrah,” katanya.
Namun apabila sudah terlanjur membayar sebelum meninggal, Ustadz Abdul Somad mengatakan zakat itu tidak perlu diambil kembali, meskipun tak lagi wajib atas orang tersebut untuk membayar zakat fitrah.
“Jangan berhitung-hitung sama Allah, nanti Allah berhitung-hitung sama kita. Dikasihnya nafas setengah baru tahu. Yang sudah dibayarkan, ya sudah,” tegas Ustadz Abdul Somad.
Bayi Baru Lahir Wajib Dibayarkan Zakat Fitrah atau Tidak?
Waktu wajib bayar zakat fitrah ini juga bisa menjadi dasar apakah bayi baru lahir juga wajib bayar zakat fitrah atau tidak.
Ustadz Abdul Somad menegaskan, bahwa siapapun yang hidup mulai dari adzan magrib sampai khatib naik mimbar, maka wajib baginya membayar zakat fitrah.
Ini juga sama halnya berlaku pada bayi yang baru lahir.
Lebih jelas lagi, Ustadz Abdul Somad menerangkan, apabila seorang anak dilahirkan ketika malam hari raya, maka wajib untuk dibayarkan zakat fitrah untuknya, tetapi apabila anak tersebut lahir ketika khatib sudah naik ke atas mimbar, maka tidak wajib zakat fitrah baginya. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







