Campuran ini juga disebutkan dalam kitab At-Thibbun Nabawi karya Adz-Dzahabi.
Campuran talbinah dengan madu terbukti dapat mengurangi depresi, stress, dan gangguan mood (Badrasawi, 2013, Effect of Talbinah Food Consumption on Depressive Symptoms among Elderly Individuals in Long Term Care Facilites, Randomized Clinical Trial, Clinical Interventions in Aging, Vol.8: halaman 279-285).
Barley atau tepung sya’ir dari sejenis gandum kasar di wilayah Arab dikenal sebagai makanan sederhana.
Penampilannya yang tidak sebagus gandum menjadikan biji-bijian asal-muasal Talbinah itu sebagai makanan rakyat jelata.
Uniknya, seorang tokoh besar Islam yang bernama Salahuddin Al-Ayyubi menjadi pengonsumsi makanan sederhana ini.
Kesederhanaan hidup Salahuddin tercermin dari makanannya. Barley atau Jelai adalah salah satu biji-bijian yang dikenal sebagai makanannya orang miskin.
Meskipun demikian, Salahuddin tidak gengsi untuk mengonsumsinya. Bahkan pasukan muslim yang terlibat dalam Perang Salib juga menjadikan Barley sebagai salah satu makanan utamanya.
Panglima besar kaum muslimin itu mengonsumsi Barley dengan cara yang tidak biasa, yaitu dijadikan air Jelai. Salahuddin meminumnya ketika sedang menjalani masa-masa yang penuh keprihatinan. Ternyata air Jelai merupakan saripati Barley yang isinya sama dengan kandungan Talbinah.
Contoh ini sangat penting mengingat Salahuddin Al-Ayyubi tidak saja panglima dalam perjuangan fisik, tetapi juga seorang ahli politik dan negarawan.







