Hadits yang menyebutkan bahwa “Talbinah” berkhasiat menyembuhkan hati yang sakit dan kesedihan juga disebutkan oleh Al-Hafiz Adz-Dzahabi dalam kitab At-Thibbun Nabawi (Al-Hafiz Adz-Dzahabi, At-Thibbun Nabawi, [Beirut, Dar Ihyail Ulum: 1990], halaman 240).
Talbinah dalam bahasa Arab berasal dari kata yang sama dengan susu (laban) karena wujudnya setelah matang berupa bubur putih dan kental seperti susu kental.
Bahan baku tepungnya berasal dari biji-bijian tanaman sejenis gandum yang dikenal dengan Barley (Hordeum Vulgare).
Di Nusantara, tanaman yang mirip dengan Barley adalah “Pearl Barley” atau Barley Mutiara yang dikenal dengan Biji Jali atau Jelai atau Hanjeli (Coix Lacryma).
Dalam riwayat yang lain, Talbinah disuguhkan dengan campuran kuah daging campur roti atau tsarid.
Hidangan itu biasanya dihidangkan untuk keluarga yang berduka karena baru ditinggal wafat oleh salah seorang anggota keluarga.
Jadi suasana sedih yang dialami hati dapat diharapkan berubah menjadi lebih baik dengan menu racikan yang salah satunya terbuat dari Talbinah.
Talbinah perlu dicampur dengan bahan lainnya agar rasanya lebih enak. Sebagaimana pengakuan Sayyidah ‘Aisyah, rasa asli Talbinah tidak enak sehingga banyak yang tidak suka.
Namun, kemanjuran Talbinah membuatnya menjadi pilihan bagi para terapis untuk diberikan sebagai nutrisi bagi pasien-pasiennya.
Salah satu bahan campuran Talbinah yang membuat rasanya lebih enak adalah madu.







