WARTABANJAR.COM – Kejahatan yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina tidak boleh dibiarkan berlanjut.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, korban perang telah melewati 10.000 orang di mana porsi korban terbesar adalah penduduk Palestina.
Sebagian besar korban berasal dari kategori Lansia, perempuan, dan anak-anak.
Hal tersebut diungkap Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Sukamta.
Baca Juga
Wakapolsek Pulau Laut Timur Meninggal Dunia di Laka Tabrakan di Kintap
Ia berharap masyarakat global termasuk parlemen anggota Sidang Parlemen Asia (Asian Parliament Assembly/APA) untuk tidak menutup mata.
Ia pun juga meminta seluruh dunia bisa lebih adil dan objektif dalam menilai kondisi terkini antara Palestina dan Israel.
“Saya yakin sebagian besar masyarakat global masih memiliki kewarasan. Masalahnya mungkin datang dari para pembuat kebijakan global yang tidak mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan rakyat Palestina. Oleh karena itu, kita sebagai anggota Parlemwn Asia harus terus menyuarakan penghentian kekerasan (perang) ini dengan lantang,” ungkap Sukamta dalam dalam forum APA yang digelar di Baghdad, Irak, dikutip Sabtu (11/11/2023).
Ia mengecam sejumlah negara yang diam bahkan mendukung secara terang-benderang tindakan kekerasan Israel, termasuk kegagalan PBB mereformasi sistem internasional di dewan keamanan
Ia menyatakan kekecewaan terhadap sejumlah negara yang diam terhadap peristiwa tersebut dan bahkan secara terang-benderang mendukung aksi kekerasan.






