WARTABANJAR.COM, YOGYAKARTA - Salah satu program Presiden Joko Widodo dipuji oleh bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto, di depan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Menurut Prabowo, dirinya tidak menginginkan anak-anak Indonesia di masa depan mendapat pekerjaan dengan upah rendah.

Salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, dengan melanjutkan program hilirisasi yang saat ini telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Prabowo, pengelolaan komoditas seperti nikel dan bauksit secara mandiri akan mendorong Indonesia memiliki pabrik dan perusahaan pengelola yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

"Bayangkan kalau kita punya pengolahan-pengolahan di Indonesia, nikel, smelter, dan bauksit. Berapa ratus ribu pabrik, berapa ratus ribu perusahaan akan dibuat di Indonesia," ujar Prabowo saat memaparkan gagasannya di "Mata Najwa On Stage: 3 Bacapres Bicara Gagasan" di Graha Sabha Pramana Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (19/9/2023) malam.

Baca juga: PERINGATAN! Bawaslu Bakal Take-down Konten TikTok Langgar Aturan

Prabowo menilai pengelolaan komoditas secara mandiri akan membuat Indonesia menjadi negara maju yang menyejahterakan rakyatnya.

"Ini pekerjaan untuk saudara-saudara sekalian, untuk mahasiswa-mahasiswa, untuk anak-anak kita semua. Kita tidak mau anak-anak kita hanya mendapat pekerjaan dengan upah rendah, kita tidak mau. Kita ingin menjadi negara yang maju," tandas dia.

Menurut Prabowo, hilirisasi menjadi lompatan menuju Indonesia Emas pada 2045. Bahkan, kata dia, hilirisasi menjadi salah satu kunci Indonesia menuju negara yang sejahtera dan makmur.

“Kita harus lanjutkan hilirisasi dan industrialisasi. Kuncinya adalah ini (hilirisasi) yang akan mempercepat lompatan kita. Dengan hilirisasi, komoditas-komoditas kita sekarang di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, kita tidak mau komoditas kita, sumber alam kita diekspor, dijual ke bangsa lain. Kita hentikan ekspor murah, kita wajibkan mereka untuk melakukan pengolahan di Republik Indonesia,” jelas Prabowo.

Prabowo mengakui hilirisasi membuat banyak negara asing yang tidak suka dengan Indonesia. Namun, kata dia, Pemerintah Indonesia tidak gentar.