Padahal, Agung mengaku telah berulang kali minta maaf dan merapikan kembali pion catur yang berhamburan di lantai.

"Anak saya berumur 3 tahun langsung ditempeleng sampai jatuh, terbentur di ujung kursi. Luka di bibir. Jatuh, saya minta maaf. Saya atur kembali papan caturnya tetapi bapak itu tidak berhenti bentak-bentak dan mengancam segala sampai menangis anakku," tuturnya. (edj)

Editor: Erna Djedi