Curah hujan ini terjadi dengan kecepatan yang sama dan hampir terus menerus dalam jangka waktu yang sangat lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Akibatnya, beberapa daerah, terutama di wilayah barat Arab Saudi, tertutup tanaman hijau.

Menurut situs Earth Observatory Lembaga Penerbangan dan Antariksa AS (NASA), bioma (ekosistem luas) gurun adalah yang paling kering dari semua bioma.

Sebagian besar gurun menerima kurang dari 300 mm setahun dibandingkan dengan ekosistem hutan hujan yang menerima lebih dari 2.000 mm.

Artinya, gurun hanya mendapat 10 persen dari hujan yang didapat hutan hujan!

Suhu di padang pasir juga bisa berubah drastis dari siang ke malam karena udaranya sangat kering sehingga panas cepat keluar di malam hari.

Suhu siang hari rata-rata 38°C sementara di beberapa gurun bisa turun hingga -4°C di malam hari.

Suhu juga sangat bervariasi tergantung lokasi gurun.

Karena kondisi ekstrem gurun itu, tumbuhan pun beradaptasi untuk mengimbangi kekurangan air.

Beberapa tanaman, seperti kaktus, menyimpan air di batangnya dan menggunakannya dengan sangat lambat.

Tumbuhan lainnya seperti semak menghemat air dengan menumbuhkan sedikit daun atau dengan memiliki sistem akar yang besar untuk mengumpulkan air.

Beberapa spesies tumbuhan gurun memiliki siklus hidup pendek beberapa minggu yang hanya berlangsung selama periode hujan.

National Geographic mengatakan, banyak tumbuhan gurun bersifat semusim.

Benihnya kemungkinan tidak aktif selama bertahun-tahun selama musim kering yang panjang.

"Ketika hujan akhirnya datang, benih-benih itu bertunas dengan cepat. Tumbuhan tumbuh, mekar, menghasilkan benih baru, dan mati, seringkali dalam waktu singkat. Hujan deras dapat mengubah gurun menjadi negeri ajaib berbunga hampir dalam semalam."